• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ps. Philip Mantofa
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Milikilah hikmat yang praktis, yaitu bukan cuma menjadi orang Kristen secara teori, melainkan praktik setiap hari untuk memperbaiki langkah hidup kita. Andaikan kita dalam situasi tertentu, apa yang akan kita perbuat? Misalnya, kalau anak sekolah diminta mencontek, apa yang bisa dilakukan secara praktis (benar-benar diterapkan). Kita butuh guru dan perlu belajar, dan kita bisa melakukannya dengan hikmat-hikmat Salomo dari kitab Amsal. Amsal-amsal tersebut pun bisa mengajar kepribadian kita oleh Roh Kudus.

"Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya" (Ams. 10:1). Kebanyakan kita sebagai orangtua hanya menilai anak-anak berdasar IQ (kepintaran/akademis) mereka, padahal janganlah mengejek mereka bila IQ masih kecil, sebab bijak lebih penting. Jangan juga letakkan harapan kita mendidik anak di sekolah mahal. Bijak bukan berarti pandai, melainkan orang bijak pasti menemukan jalan dari Tuhan. Memang bukan berarti langsung memilih bodoh saja atau tidak perlu belajar. Bebal juga bukan sama dengan bodoh, melainkan tentang karakter. Percayakan pada & didik anak-anak kita dalam Tuhan. Minta hikmat ke Roh Kudus agar kita mampu melihat & supaya Dia memberi talenta ataupun sifat-sifat yang menjadi kekuatan/kelebihan anak-anak kita. Lihat kebijakan anak kita lebih daripada kepintaran mereka.

Anak muda pun yang tanpa drive (ambisi positif) itu ibarat pohon tanpa pertumbuhan. Jangan pernah patah semangat kalau Anda tidak seperti orang lain. Di saat kita berhenti membanding-bandingkan dirilah kita akan menemukan suara/kemauan Tuhan bagi hidup kita. Tuhan menghendaki kebiajkan. Tidak ada hal yang lebih membanggakan bagi orangtua daripada menjadi anak yang bijak. Juga jangan cuma jadi orang muda yang bijak saja atau membuat orang lain kagum dari luar, tetapi bangunlah skills (keahlian). Isi masa mudamu dengan banyak ilmu pengetahuan! Bijak itu terus-menerus.

"Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut" (Ams. 10:2). Cinta akan uang adalah akar dari kejahatan, dan uang yang dihasilkan dari cara yang tidak sah/ilegal, semua itu tidak bisa disucikan/dicuci oleh Tuhan, menjadi kutuk, hidupnya tidak bisa dipakai oleh-Nya. Itu ibarat uang "Hakal-Dama" (lih. Kis. 1:19). Menipu orang Kristen itu fasik & akan membuat Allah marah, tetapi jika sebagai orang Kristen menipu, itu lebih fasik & membuat Allah murka. Jadilah benar dan bersih dalam keuangan. Memuliakan Tuhan dengan harta itu bukan cuma tentang memberi persembahan sulung (Ams. 3:91-10), tetapi juga memiliki rasa takut akan Dia di dalam finansial kita. Sebab lebih baik jadi orang benar & sedikit harta, daripada menjadi orang jahat & banyak harta.

"TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya" (Ams. 10:3). Tuhan memperhatikan kebutuhan setiap kita, bahkan orang yang belum bertobat! Jangan percaya akan perkataan bahwa menjadi tulus atau orang benar itu susah. Menjadi benar di dalam Kristus itu jadikan segalanya. Tuhan tidak akan menghakimi berdasar apa yang kita miliki, melainkan apa yang kita lakukan dalam hidup ini. Jika kita masih fasik, bertobatlah. Jangan juga menilai perkenanan Allah dari berkat materi. Kehidupan yang berkenan pada Tuhan itu adalah hidup yang berdasar pada firman-Nya. God is with us not because we have plenty, but because we live with His Word (Allah berkenan atas hidup kita bukan karena kita kaya, tetapi apakah kita berbuah benar dan terus hidup dalam Dia dan kesucian).

"Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya" (Ams. 10:3). Tangan lamban berarti orang yang selalu membuat alasan. Jadilah orang Kristen—baik sebagai mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja atau apa pun—yang jangan langsung menyatakan TIDAK BISA, tetapi cobalah terlebih dulu. Jangan juga memberi janji palsu yang menyatakan bisa, padahal akhirnya tidak melakukannya. Latih juga anak-anak Anda supaya jangan langsung berkata TIDAK BISA. Milikilah iman kekristenan yang mampu mengubahkan mentalitas yang tidak mampu menjadi mau mencoba & mampu. Miliki juga inisiatif atau naluri yang tinggi, sebab Roh Kudus ada di dalam kita, jadi kita tidak perlu diingatkan terus-menerus di manapun karena tangan yang lamban juga berarti orang yang terus-menerus diingatkan untuk melakukan sesuatu yang harus dikerjakan/dilakukan.

"Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu" (Ams. 10:5). Orang Kristen harus peka dengan waktu serta rajin. Ketika banyak orang yang tidak mau bekerja, justru di situlah kita mau melakukan sesuatu. Di Tahun Dimensi yang Baru ini, kita akan menerima berkat dari Tuhan saat kita terus-menerus mengerjakan yang baik, meskipun orang-orang di sekitar kita tidak mau melakukan apa pun.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email