• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ev. Gina Dharmawan
  • 2PM
  • Ev. Gina Dharmawan
  • 01 September 2019
  • Pk. 14:00 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Saat ini kita memasuki era Pentakosta Ketiga! Mau tidak mau kita harus terlibat dalam penuaian jiwa. Kita harus memberi hidup secara maksimal kepada Tuhan. Kita harus berbuah. Untuk itu kita harus tertanam. Kita harus masuk ke dalam GOD'S COMMUNITY. Tetapi God'S Community tidak dapat berjalan dengan baik kalau masih ada yang mencari sensasi. Pentakosta Ketiga tidak dapat terjadi kalau kita selalu mengejar panggung pribadi dan ketenaran dunia.

Hidup adalah membuat pilihan: Mau memilih Esensi atau Sensasi?

Esensi: Kehendak Bapa, sarat penuh makna, agar lebih mengenal, untuk tujuan memuliakan, semakin memberi, melayani, mengutamakan kewajiban, mengejar perkenanan, altar/mezbah, demi ketaatan, memberi makan roh, lewati proses yang Tuhan mau, investasi kekekalan, mengutamakan fundamental.

Sensasi: Kehendak iblis, jerat/jebakan, agar lebih terkenal, untuk tujuan memukau, menuntut, dilayani, mendahulukan hak, mengejar pujian, stage/panggung, demi ketenaran, memberi makan daging, jalan pintas/instan, mencari yang manusia mau, investasi kepada yang sementara, mengutamakan finishing.

Harus memilih Esensi dulu baru bisa masuk ke God's Community. Yang ESENSI ini adalah harta rohani dalam bejana tanah (2 Kor 4:1-15). Jika semakin pecah akan semakin bersinar.

"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah" ( 2 Kor. 1:3-4)

Kita diciptakan untuk komunitas, didandani untuk persahabatan, dibentuk sebagai keluarga, dimana tidak ada satupun dari kita yang dapat memenuhi tujuan Sang Ilahi sendirian.

Ketika kita terpukul itu adalah rencana Allah di satu sisi, tetapi di sisi itulah kita menjadi ekstra kuat. Ketika ada komunitas yang lemah di sisi itu dan kita bergabung dengan mereka, maka oleh kehadiran kita maka komunitas itu akan lebih kuat di sisi tersebut, karena kita sudah pernah mengalami dan menang di sisi itu.

"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibr. 10:24-25)

Jika "Community" dibedah dua akan menjadi :

Comm (keuntungan): C (=Collaboration and Cooperation Colectively), O (=Opportunity in Outreach/Penjangkauan), M (=Messenger), M (=Meaningful Testimony/Message Experience/Multiplication).

Kita harus diperlengkapi untuk masuk dalam kegerakan Pentakosta Ketiga, untuk menjangkau jiwa bagi Kristus.

Sebelum kita menjadi utusan Injil, maka kita harus terlebih dahulu mengerti dan menguasai Pesan Injil (Message).

Untuk menjadi messenger maka kita tidak hanya rajin hadir di gereja namun rela juga menjadi gereja.

Supaya kita bertumbuh untuk itu maka kita harus berkomunitas. Tujuan Komunitas adalah memenangkan jiwa.

Efe. 4:13, "sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus".

Unity (inilah tantangan): Unity tidak berarti bahwa kita menjadi sama dengan yang lain."demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain" (Rom. 12:5)

Jangan benarkan yang biasa tetapi biasakan yang benar. Ketika mau unity memang akan ada potensi untuk "konflik". Tetapi konflik itu jika dikelola dengan baik adalah sehat. Justeru yang tidak sehat itu adalah respon yang salah terhadap konflik! Justru ketika kita unity akan semakin saling menajamkan, supaya buah roh kita keluar. Dalam perbedaan terletak kekuatan.

"supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.( 1 Kor. 12:25) dan "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.(Gal. 6:2)

"tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih".(Efe. 4:15-16)

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email