• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdp. Marcos Tampubolon, SE
  • 2PM
  • Pdp. Marcos Tampubolon, SE
  • 18 Agustus 2019
  • Pk. 14:00 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Matius 10:39, "Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya". (TB)

Untuk memperoleh nyawa maka kita harus kehilangan nyawa; sudah tidak memikirkan diri sendiri, tetapi mulai mementingkan orang lain. Orang yang berani melepaskan hidupnya maka akan menemukan siapa dirinya dan menemukan Siapa Tuhan. Belajar melepaskan kendali atas hidup kita. Bahkan untuk setiap pertanyaan pun, kita harus belajar menerima jawaban yang diluar apa yang kita inginkan atau harapkan.

Yoh 5:1-10, "Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Bethesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."(TB)

Untuk mengalami kemerdekaan di dalam Tuhan adalah dengan cara:

1. Melepaskan hidup yang penuh dengan drama.

Orang yang lumpuh selama 38 tahun ini hidup mengasihani diri sendiri, semuanya hanya tentang dia, hanya mengharapkan belas kasihan orang lain. Pesan dari kisah ini adalah tentang hubungan emosional orang lumpuh ini dengan kelumpuhannya. Ketika Yesus bertanya kepadanya, orang lumpuh ini justru menyalahkan orang lain: "tidak ada yang membantu aku turun ke kolam ini.."

Agar dapat merdeka adalah harus mau melepaskan masa lalu dan keadaan kita, lepaskan "hidup drama" kita. Hiduplah sesuai dengan apa yang dijanjikan Tuhan, yaitu hidup yang berkelimpahan. Yoh. 10:10, "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (TB)

2. Melepaskan cara pandang dunia. Yoh. 5:7, "Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."(TB) Orang lumpuh ini punya pikiran bahwa selalu ada yang mendahuluinya turun ke kolam itu, sehingga dia tidak dapat sembuh. Dia terlambat dari orang lain.

Dunia punya standar bahwa yang terdahulu dan tercepatlah yang akan sukses. Orang lumpuh ini berpikir seperti apa yang menjadi cara kerja dunia ini: "yang tercepat yang sukses!". Orang lumpuh ini tidak sadar bahwa dia sedang berada di Kolam Bethesda, House of Grace. Dia tidak sadar bahwa ada Tuhan Yesus yang menawarkan kesembuhan kepadanya, ada Anugerah yang lebih besar dari dunia ini datang kepadanya.

Dunia menilai yang tercepatlah yang akan sukses dan berhasil, tetapi anugerah Tuhanlah yang merupakan sumber segala berkat dan sumber dari segala sesuatu yang kita butuhkan.

Pengkotbah. 9:11, "Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua".(TB)

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email