• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M.Th
  • Ibadah Raya 5
  • Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M.Th
  • 04 Agustus 2019
  • Pk. 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Bicara duri dalam daging, kita harus mengerti artinya terlebih dulu. Ibarat duri ikan yang kita makan terkena gusi, tertinggal di situ karena kita tekan, pasti sakit & kita mungkin ke dokter. Dokter memberi pilihan: mau dioperasi tapi berpengaruh ke organ lain, atau membiarkan di situ tapi tidak berpengaruh ke mana-mana. Kemungkinan kita akan pilih yang kedua. Setahun-dua tahun kita tergangggu, tapi lama-lama kita akan terbiasa dan tidak terganggu. Awalnya, duri dalam daging mungkin menganggu (tidak bisa dicabut), tapi akhirnya kita akan terbiasa dan tidak bisa mengelak. Anggota keluarga juga bisa jadi duri dalam daging, jadi tidak ada keluarga yang sempurna.

Duri dalam daging secara umum artinya: a) Satu peristiwa yang dapat membuat hati kita terluka (disakiti, dikhianati, difitnah, dan lain-lain); b) Satu persitiwa yang terjadi dalam hidup dan dapat membuat intimidasi dalam pikiran dan perasaan (trauma dan lainnya) sehingga tidak ada damai sejahtera dan membuat kita terbelenggu; c) Satu peristiwa yang terjadi hari ini dan bisa membuat dampak yang baik ke depan ataupun buruk tergantung kita mengelolanya.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi hari ini membantu agar kualitas iman, rohani, dan emosi kita makin baik. Peristiwa terjadi bagi orang di luar Tuhan menghancurkan. Tapi bagi orang benar, dalam lingkungan orang benar, dapat dipakai oleh Tuhan untuk membuat cara pancang kita makin dewasa, ego turun, rohani bertumbuh, dan hidup selalu bersyukur pada Tuhan. Tidak ada peristiwa hari ini yang bisa membuat engkau hancur atau terlalu menakutkan dalam hidupmu sampai paranoid dan stres. Tuhan bisa memakai semua peristiwa itu supaya hidup kita diberkati. Apa pun yang terjadi padamu, melekatlah pada Tuhan. Paulus sebelumnya punya masa lalu tidak baik, ia juga tinggi egonya di awal-awal sehingga Tuhan izinkan dipenjara agar belajar merendahkan diri, sampai ia tahu bisa hidup bukan karena dirinya sendiri, melainkan karena Tuhan yang besar dalam hidupnya! Paulus tidak mau mencuri kemuliaan Tuhan meski punya pengalaman spiritual dan karunia yang luar biasa, ia mau merendahkan hatinya.

“Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri” (2 Kor. 12:7). Paulus sadar bahwa ia punya potensi sombong, sehingga Tuhan izinkan ada duri dalam dagingnya. Kita semua juga punya potensi sombong. Tuhan tahu kedalaman hati kita yang busuk dan sebelum kita bertindak. Dia sanggup memakai dan mengubah apa pun supaya kita mau seperti yang Dia mau. Orang yang sudah ada Roh Kudus dalam hatinya memang tidak bisa diganggu oleh Iblis, tidak mungkin kerasukan setan ataupun Iblis tinggal dalam hatinya, tetapi masih bisa masuk celah atas seizin Tuhan. Seperti halnya pengalaman Ayub, yaitu orang benar yang selalu dijaga malaikat Tuhan, dan Iblis tahu hal ini—ataupun orang yang memakai kuasa kegelapan—yang tidak berdosa dengan mulutnya.

Kadang Tuhan tidak melepaskan duri dalam daging di hidup kita, dan bisa dalam bentuk apa pun, supaya kita tidak terlalu overconfident atau melupakan Tuhan, melainkan agar kita mengandalkan Dia. Jadi, kita tidak akan mungkin luput dari masalah, namun Dia sanggup memakai masalah untuk mengubah kita.

“Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Kor. 12:8-9). Paulus bukan tidak minta Iblis keluar dari dia—kita pun mungkin sering minta pergumulan lepas dari hidup kita—tapi Tuhan tidak berikan. Dalam kelemahan kitalah kuasa-Nya makin sempurna. Justru saat kita merasa diri kuat, di situ Tuhan tidak hadir. Dalam segala kelemahan kitalah Tuhan hadir dan menolong kita, Dia menolong kita selamanya.

Kadang justru kita makin sangat mengerti dan mengalami firman justru dari setiap pengalaman duri dalam daging di hidup kita. Cancer pun dapat saja dulu menjadi musuh, tetapi bisa saja kini jadi sahabat kita. Sikap dan iman kita dalam peristiwa apa pun, jangan sampai peristiwa itu mengatur, tetapi kitalah yang harus mengaturnya karena Tuhan tahu yang terbaik bagi kita! “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (2 Kor. 12:10). Senang dan rela serta justru tulus hatilah dalam kelemahan, agar Tuhan memberkati hidup kita.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email