Live Streaming05 April 2020, Pk. 07:00 WIB
  • Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Eradi P. Tjandra, BBCM, MProDev, Dip. Min
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

"Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu." (Kej. 12:1-6)

Untuk mengerti konteks perjalanan Abraham, kita harus membaca ayat Kej. 11:27-30 untuk mengerti background cerita diatas. Panggilan Tuhan untuk pergi ke Kanaan pertama kali diberikan kepada ayah Abraham, yaitu Terah. Visi Tuhan menyuruh ke Kanaan, sedangkan Terah pergi ke Haran. Abraham tidak kompromi ketika disuruh ke Kanaan.

Tuhan akan memakai kita saat-saat ini apabila kita :

1. STEP OUT OF YOUR COMFORT ZONE (BERANI KELUAR DARI ZONA NYAMAN)

Tempat kita bukan di 2019, namun ada di tahun ini tahun 2020 karena kita sedang berada di "Tahun Dimensi yang Baru". Di tahun ini kita tidak akan mengalami Dia kalau kita selalu berdiam di zona nyaman kita.

Kenapa kita tidak mau keluar dari zona nyaman?

- Kita cari jalan yang mudah : tidak punya greget dan punya banyak alasan

- Ketakutan : takut gagal, takut apa kata orang, takut paranoid

- Kita cepat puas : low risk = low reward

"Jalan satu-satunya untuk kita bisa maju secara efektif adalah untuk keluar dari zona nyaman. Ambilah resiko, gagal, dan belajar lagi. Caranya hanya itu!" ~ Dr. Paul Wood

"Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu." (Kej. 12:10)

"Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom." (Kej. 13:11-12)

Ketika Abraham berani taat dan keluar dari zona nyaman, dia mengalami proses diatas. Mengikuti Tuhan bukan berarti selalu diberkati. Abraham mengalami dua hal yang tidak mengenakan, yaitu kelaparan dan terpisah dari keluarga. Tuhan juga mengijinkan Abraham diproses lewat peperangan (Kej. 14:14-15)

2. TETAPLAH BERDIRI TEGUH

"Pemenang tidak pernah menyerah, yang suka menyerah tidak pernah menang" ~ Vince Lombardi

Jangan memiliki hati yang gampang menyerah di tahun dimensi yang baru ini. Apapun yang Tuhan sudah taruh dalam kehidupan kita, Roh Kudus akan selalu menguatkan kita untuk tidak menyerah.

3. KITA PERLU MERUBAH PERSPECTIVE

"Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." (Kej. 15:1-6)

Tuhan membawa Abraham keluar dari "kemah" tempat dia tinggal, dari zona nyamannya. Tuhan yang menciptakan bintang-bintang di langit, Dia-lah juga yang akan membawa kita kepada panggilan tertinggi bagi diri kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Dahsyat.

Doakan sesuatu yang besar terjadi di tahun dimensi yang baru ini karena janji-Nya adalah "Ya" dan "Amin".

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email