• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Robertus Purwadi, S.Pd. SE
  • Ibadah Raya 5
  • Pdt. Robertus Purwadi, S.Pd. SE
  • 06 Oktober 2019
  • Pk. 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Ada dua hal agung yang Tuhan berikan pada kita, yaitu Perintah Agung (The Great Commandment) dan Amanat Agung (The Great Commission).

THE GREAT COMMANDMENT – Di dalam kitab Ibrani, Agung adalah kebesaran yang hanya dimiliki oleh Tuhan. Di dalam Matius, Allah disebut sebagai Gembala yang Agung. "Jawab Yesus kepadanya: 'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'" (Matius 22:37-39). Loving God and Loving People. Itulah Perintah Agung yang pertama dan yang terutama dari Yesus. Sebelum Tuhan memberikan Amanat Agung, ada Perintah Agung yang telah Tuhan berikan terlebih dahulu.

THE GREAT COMMISSION – Apa perbedaan antara Perintah Agung dengan Amanat Agung? Amanat Agung disampaikan mulai dari keluarga terlebih dahulu. Segala hal dimulai dari hal yang sederhana. Amanat memiliki bobot yang lebih tinggi daripada perintah. Orang dunia memandang amanat sebagai suatu hal yang mengikat. Seharusnya, orang Kristen juga melakukan hal yang sama pada Amanat Agung yang diberikan oleh Yesus dan memegangnya dengan kuat dan erat. Sekali Kristus, tetap Kristus. "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:19-20). Itulah Amanat Agung yang diberikan oleh Yesus, untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya dan membaptis mereka dalam nama-Nya, serta mengajar mereka sesuai perintah-Nya.

Keluarga menjadi lembaga, yaitu saluran berkat keselamatan bagi kita semua. "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8). Keluarga Kristen di mata Allah, yang pertama adalah surga: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Blueprint (cetak biru) surga turun sampai ke Taman Eden sebagai sepasang suami istri, yaitu Adam dan Hawa. Adam dan Hawa yang jatuh dalam dosa harus diusir dari Taman Eden. Meskipun keluarga itu telah rusak, Allah tidak membuang, memusnahkan atau memisahkan mereka, sebaliknya Dia memulihkan Adam dan Hawa.

Maka dari itu, serusak apa pun keluarga Anda, Allah masih sanggup memulihkan dan memandangnya sebagai hal yang indah. Supaya melalui keluarga Anda, banyak orang diselamatkan. Mintalah Allah memulihkan keluarga Anda. Setelah Adam dan Hawa beranak-pinak, bumi lalu dipenuhi dengan manusia. Ketika Yesus menghadiri pernikahan di Kana, saat itu mereka kehabisan anggur, dan Yesus membuat mukjizat pertama-Nya melalui air yang tawar menjadi anggur. Allah sangat peduli dengan keluarga. Yerusalem Baru, Mempelai Kristus. Di kitab Wahyu, hanya ada 2 jenis manusia, pelacur dan mempelai. Mereka yang menyembah allah-allah lain disebut pelacur. Sedangkan mereka yang menjaga kekudusan hidupnya disebut mempelai dan akan hidup bersama-sama dengan Kristus di surga nanti. Segala masalah di hidup ini biasanya bermula dari keluarga. Asas pokok pernikahan dibagi 3, yaitu: Monogami (cukup satu pasangan saja), Kesetiaan (setia pada pasangan), dan Seumur hidup (hanya maut yang dapat memisahkan).

"Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya" (Mazmur 133:1-3). Secara geografis, gunung Hermon berada di tiga negara, yaitu Israel, Siria, dan Lebanon. Debit air gunung Hermon menjadi kebutuhan vital bagi ketiga negara tersebut. Karenanya, masalah air selalu menjadi konflik. Salju yang mencair di gunung Hermon akan mengalir ke daerah Galilea melalui sungai Yordan. Sama halnya dengan keluarga, berkat gunung Hermon akan mengalir bagi keluarga Anda apabila Anda hidup rukun dan damai dengan sesamamu. Kemurahan Tuhan mengalir bukan karena Tuhan melihat bangunan rumah, tetapi Tuhan melihat spirit home, kerukunan yang tinggal dalam rumah dan keluarga Anda.

Ukuran kelayakan Tuhan bagi umat-Nya adalah come and go, mari datang dan pergilah. "Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran. Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku" (Yoh. 17:18-21). Jadilah saksi-Nya.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email