• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Anthony Chang, M.Th
  • Ibadah Raya 3, Ibadah Raya 5
  • Pdt. DR. Anthony Chang, M.Th
  • 29 September 2019
  • Pk. 11:30, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

"Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.' Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat" (2 Kor. 12:6-10).

Dalam setiap pergumulan doa kita, ada sebagian yang sudah terjawab, ada sebagian yang masih belum tahu ke mana pimpinan Tuhan atas hidup kita. Paling sedikit ada 3 cara Tuhan biasanya dalam menjawab pergumulan doa kita:

• GOD SAYS, "WAIT." (Tuhan mengatakan tunggu). Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, dan banyak orang tidak suka. Demikian juga dalam hal rohani. Kita merasa, lebih cepat lebih baik, dan merasa Tuhan kurang cepat atau sigap dalam menanggapi keadaan kita. Kita merasa masih bisa mengandalkan yang lain seperti harta, orang lain, dll. Kita tidak sabar menunggu. Padahal, menunggu adalah wadah pembentukan rohani yang luar biasa & kunci untuk kita menjadi matang rohani. Kita bisa belajar konsistensi, koreksi diri dan bertahan dalam kesesakan saat berada dalam penantian yang memang sukar. Emas murni saja butuh waktu untuk proses. Kalau kita mendapat sesuatu yang tiba-tiba ataupun cepat, kita biasanya akan kurang menghargainya. Justru penantian adalah cara Tuhan membentuk kita. Coba lihat hidup kita, apakah Tuhan pun sedang menyuruh kita menanti, ataukah kita melakukan sesuai cara kita sendiri lalu menyalahkan orang lain, lingkungan dan keadaan? Cara-Nya memang kadang sulit dimengerti, tetapi pasti indah bagi kita! Kita sering membandingkan diri dengan orang lain yang mengalami dan menerima jawaban doa, padahal Dia tahu yang terbaik bagi kita. Dari penantianlah dapat mengarah kedua jawaban: YA ataupun TIDAK. Jika kita mampu melewati proses dengan baik, ketika sampai pada jawaban YA ataupun TIDAK, kita tidak panik karena sudah melewati proses menanti dengan baik! Luluslah dalam proses penantian dengan baik supaya iman & kerohanian kita tidak porak-poranda. Jangan salah sangka terhadap Tuhan. Dia melihat ke depan lebih jauh daripada kita. Maulah untuk dibentuk sesuai kemauan Tuhan. Tetaplah konsisten dalam melayani Dia, sekalipun kita masih menunggu jawaban doa ataupun siap walau Tuhan jawab ya ataupun tidak. Jangan beri janji manis terhadap Tuhan, Dia bukan Anak kecil.

• GOD SAYS, "YES." (Tuhan berkata ya dan mau menjawab doa). Artinya, apa yang kita mau, Tuhan jawab dan berikan kepada kita. Bahkan yang tidak pernah kita bayangkan atau pikirkan. Tapi hati-hati dengan jawaban ya. Kalau iman kita baik, puji Tuhan kita bisa memelihara berkat Tuhan, tetapi kalau iman kita tidak baik, jawaban ya itu kadang bisa membuat kita hancur & kebablasan. Misalnya, dulu bukan siapa-siapa, tetapi setelah mendapat banyak jawaban doa, menjadi hancur, tidak melayani Tuhan ataupun punya waktu lagi bagi Dia dengan 1.001 macam alasan. Banyak orang justru jatuh ataupun jadi sombong setelah mendapat jawaban ya atas doa-doanya. Jangan pikir jawaban ya adalah pasti selalu oke bagi kita. Ia memiliki banyak cara.

• GOD SAYS, "NO." (Tuhan berkata tidak). Artinya, apa yang SANGAT kita mau, Tuhan tidak mau. Ini memang susah, dan ini bisa jadi sumber luka batin, akar pahit, kekecewaan, bahkan meredupkan sinar mata kita ketika Tuhan sepertinya tidak seperti yang kita harapkan, lalu bisa meruntuhkan kesetiaan kita kepada-Nya. Apakah yang kita ingini hari-hari ini tidak terjadi? Walau poin ini memang praktiknya tidak mudah dan membutuhkan kematangan untuk memahami. Ketika Tuhan berkata tidak, apa pun yang kita alami, tetap punya iman percaya bahwa ujung-ujungnya semua demi kebaikan dan keselamatan kita! Tanamkan itu di dasar hati kita terdalam. Suatu hari, Tuhan mungkin akan klarifikasi mengapa semua itu kita alami sehingga kita mengerti. Jangan berpikir negatif terhadap Tuhan supaya keintiman kita dengan Dia tetap ada. Hubungan intim kita dengan Dia bisa retak karena salah mengerti terhadap Dia dan apa yang terjadi. Kalau Tuhan mengatakan tidak, dan hari ini kita masih dapat hidup, berati kita memperoleh kasih karunia. Pemeliharaan-Nya sempurna. Hidup kita pun bisa menjadi alat peraga-Nya dan saksi hidup untuk memberkati orang lain.

Di zaman yang makin serbasusah, pahami hal ini. Jangan cepat putus asa, marah, gentar, kecewa, ataupun tawar hati. Tetaplah rajin berdoa. Sebab justru di tengah segala permasalahan dan keadaan, kita milik Tuhan.

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email