Live Streaming12 April 2020, Pk. 07:00 WIB
  • Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB

Pilatus pada masa itu adalah gubernur Romawi di Yerusalem. Pilatus mengambil keputusan-keputusan agamawi berdasar pada kebijakan politik, memuaskan ambisi, dan mementingkan keselamatan diri sendiri, bukannya berdasarkan kebenaran.

Herodes sendiri begitu keras hati, dan pernah memenggal kepala Yohanes Pembaptis!

Jangan jadi Herodes atau Pilatus zaman now, yaitu orang-orang yang:

Tahu kebenaran, tetapi tidak menghidupinya. "Maka kata Pilatus kepada-Nya: 'Jadi Engkau adalah raja?' Jawab Yesus: 'Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.' Kata Pilatus kepada-Nya: 'Apakah kebenaran itu?'" (Yoh. 18:37-38)

Melayani dengan motivasi yang salah. "Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda." (Luk. 23:8)

Melayani hanya untuk dipuji, bukan untuk benar-benar mengalami perubahan. "Yesus kembali di hadapan Pilatus — Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, dan berkata kepada mereka: 'Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.' (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.) Tetapi mereka berteriak bersama-sama: 'Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!' Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: 'Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!' Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: 'Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.' Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya." (Luk. 23:13-25)

Ia hanya ingin menyenangkan banyak orang (people pleaser). Bukannya sungguh berpihak pada kebenaran (pleasing God).

Daripada seperti Herodes dan Pilatus, lebih baik menjadi seperti Generasi Yeremia zaman now, yaitu anak-anak muda yang cinta mati-matian pada Tuhan Yesus, berkata tidak pada dosa, dan memenangkan jiwa bagi Tuhan.

(FG)

Renungan Sebelumnya