GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

Siap Seperti Ayub?

Selasa, 25 Mei 2021

Ayub 1 : 1 (BIS), "Di tanah Us tinggallah seorang laki-laki yang bernama Ayub. Ia menyembah Allah dan setia kepada-Nya. Ia orang yang baik budi dan tidak berbuat kejahatan sedikit pun."

Sesungguhnya, siapakah yang dapat dan mau menjadi seperti Ayub sekarang-sekarang ini, yang hidup saleh, jujur, berbakti pada Allah, mengasihi keluarga dan menjauhi kejahatan. Sekalipun ia memiliki semua karakter yang baik itu, nyatanya tak menjamin tidak akan mengalami penderitaan ataupun suatu pergumulan yang sangat-sangat berat dalam hidup ini. Namun, bagaimana dan apa saja tanggapan Ayub terhadap apa pun yang menimpanya tersebut?

Menurut penyusun The Maxwell Leadership Bible, Dr. John C. Maxwell, ada empat hal yang Ayub lakukan untuk menanggapi secara benar:

  • Menundukkan diri pada kemahakuasaan Allah. Tanpa kesadaran dan sikap hati seperti ini, manusia akan cenderung mengalami dan merasa kepahitan maupun murka tak terobati.

Maka berdirilah Ayub, lalu ia merobek jubahnya dan mencukur kepalanya sebagai tanda berdukacita. Kemudian ia sujud menyembah Allah. "Dengan telanjang, tanpa membawa apa-apa, aku keluar dari rahim ibuku," katanya, "dan bila aku mati, aku pun tidak akan membawa apa-apa. TUHAN yang memberikan segala-galanya kepadaku dan Ia berhak mengambilnya kembali. Terpujilah nama TUHAN." (Ayub 1:20-21, FAYH)

  • Mengoreksi serta mengintrospeksi diri, apakah ada hal-hal yang perlu ia perbaiki, terutama dalam hubungannya dengan Tuhan. Tidak banyak orang yang sanggup melakukan ataupun mengakui hal ini.

Ujilah diri Saudara. Apakah Saudara benar-benar orang Kristen? Apakah Saudara lulus dalam ujian itu? Apakah Saudara makin lama makin merasakan kehadiran dan kuasa Kristus di dalam Saudara? Atau apakah Saudara hanya berpura-pura saja menjadi orang Kristen, padahal sebenarnya Allah sudah menolak Saudara? (2 Kor. 13:5, FAYH)

  • Menyatakan apa adanya perasaan terdalamnya ke Allah, maupun jujur mengutarakan isi hati pada sahabat-sahabatnya. Walau ada keraguan, kemarahan ataupun merasa diasingkan dari Allah, namun di saat suram dan iman goyah seperti ini, ia tidak berbalik melawan Allah. Meski mengalami penderitaan dan kesengsaraan yang kadang tak dapat dipahami, berdoalah memohon kasih karunia untuk menerima yang Allah izinkan, serta penyataan ataupun pemahaman mengenai maknanya. Allah akan menangani perasaan dan keluhan kita yang kacau jikalau diarahkan kepada-Nya, bukan dengan sikap memberontak, melainkan kepercayaan sungguh kepada-Nya bahwa Allah adalah Allah, dan Ia mengasihi kita.

After GOD had finished addressing Job, he turned to Eliphaz the Temanite and said, "I've had it with you and your two friends. I'm fed up! You haven't been honest either with me or about me--not the way my friend Job has." (Ayub 42:7, MSG)

  • Memercayai dan menyerahkan diri pada proses maupun kehendak Allah. Ayub—dan hendaknya kita semua—memilih setia untuk menanti-nantikan Allah, mengharap penyertaan-Nya serta hanya mengandalkan Dia.

Sekalipun Allah akan mencabut nyawaku, aku akan tetap mempercayakan diriku kepada-Nya; aku hendak menghadap Allah untuk mengadukan perkaraku kepada-Nya. (Ayub 13:15, FAYH)

~ FG

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL