
Mikha 7:7, "Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu Tuhan, akan menantikan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!"
Tetapi aku ini memandang kepada TUHAN dan mengharapkan pertolongan-Nya. Aku menantikan Allah untuk menyelamatkan aku; Ia akan mendengar aku. (FAYH)
But me, I'm not giving up. I'm sticking around to see what GOD will do. I'm waiting for God to make things right. I'm counting on God to listen to me. (MSG)
Hari ini, kita diingatkan untuk menantikan dan tetap berharap hanya kepada Tuhan, bahkan sekalipun mungkin keadaan belum berubah.
Karena Dia pasti mendengar setiap doa kita, dan tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang percaya serta mau berharap kepada-Nya.
Pertanyaanya, sudahkah kita belajar menantikan Dia, berdoa, dan terus berharap kepada Tuhan Yesus?
Jadi, apa pun pergumulan maupun permasalahan kita hari ini yang tampaknya belum selesai, tetaplah bersabar, belajar percaya dan berharap, serta menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan Yesus, Allah kita yang hidup dan yang tidak pernah berubah dulu, sekarang, bahkan sampai selama-lamanya.
Tunggu Dia dengan iman, tetap hidup dalam iman, dan mengandalkan jalan-jalan-Nya, karena Dia pasti mendengar dan akan bertindak tepat pada waktu-Nya.
Habakuk 3:17-18 (FAYH), "Sekalipun pohon ara sudah dihancurkan semua dan tidak ada bunga atau buahnya yang tertinggal; sekalipun panen zaitun mengalami kegagalan, dan ladang-ladang tidak subur lagi; sekalipun kambing domba mati di padang rumput dan kandang sapi kosong, aku akan tetap bersukacita di dalam TUHAN; aku akan merasa bahagia di dalam Allah yang menyelamatkan aku."
Though the cherry trees don't blossom and the strawberries don't ripen, Though the apples are worm-eaten and the wheat fields stunted, Though the sheep pens are sheepless and the cattle barns empty, I'm singing joyful praise to GOD. I'm turning cartwheels of joy to my Savior God. (MSG)
Roma 5:5 (FAYH), "Kalau sudah begitu, apa pun yang terjadi, kita dapat hidup dengan tabah, karena kita tahu bahwa segalanya baik. Kita menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita, dan kasih ini kita rasakan dalam segenap diri kita, karena Allah telah memberikan Roh Kudus untuk memenuhi hati kita dengan kasih-Nya."
Such hope is no fantasy; through the Holy Spirit he has given us, God's love has flooded our hearts. (REB)
In alert expectancy such as this, we're never left feeling shortchanged. Quite the contrary--we can't round up enough containers to hold everything God generously pours into our lives through the Holy Spirit! (MSG)
~ Yuliana Sondakh