
Matius 5:13, "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."
Kamu ibarat garam di dunia ini, bila kamu memberi pengaruh yang baik. Garam memberi rasa bagi makanan, demikianlah pengaruh baik memberi dampak bagi dunia. Hendaklah kamu menjadi seperti garam. Kalau kamu tidak memberi pengaruh baik, kamu sama seperti garam yang kehilangan rasa asinnya. Garam seperti itu tidak berguna lagi dan hanya akan dibuang dan diinjak-injak orang. (TSI)
Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, "Kalian seperti garam untuk semua orang di seluruh dunia. Kalau garam itu tidak asin lagi, maka tidak ada cara untuk membuatnya menjadi asin kembali. Garam itu sudah tak berguna, akan dibuang dan diinjak-injak orang." (BSD)
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita sebagai orang percaya, orang Kristen, adalah --dan bukan hanya sekadar harus menjadi-- garam dunia, yaitu membawa pengaruh yang baik bagi orang lain.
Jika mungkin masih belum dapat melakukannya bagi semua atau banyak orang di dunia, kita tentu dapat melakukannya di lingkungan terdekat kita ataupun orang-orang yang ada di sekitar kita, di kantor, tempat pelayanan, melalui komunitas, di sekolah, maupun media sosial.
Melalui perkataan, sikap, dan terutama perbuatan, kita dipanggil (diajak, didorong, diperintahkan) untuk menunjukkan kasih yang sungguh-sungguh, kebaikan yang tulus, kejujuran tanpa topeng, dan kebenaran firman Tuhan yang kita praktikkan.
Hari ini, kita diingatkan, jadilah berkat dan pengaruh yang baik di mana pun kita berada. Sudahkah kita melakukannya? Ataukah mulai seperti garam yang kehilangan rasa asinnya?
Biarlah kehidupan kita membawa damai sejahtera, menguatkan sesama manusia, memberi sukacita, serta memuliakan nama Tuhan Yesus.
~ Yuliana Sondakh