
Kejadian 39:5, "Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang."
Setelah Yusuf menjadi pengawas rumah tangga, TUHAN memberkati rumah dan segala sesuatu yang dimiliki Potifar. TUHAN juga memberkati segala sesuatu yang tumbuh di ladang Potifar. Tuhan melakukan itu karena Yusuf. (VMD)
From that moment on, GOD blessed the home of the Egyptian--all because of Joseph. The blessing of GOD spread over everything he owned, at home and in the fields. (MSG)
Betapa indahnya apabila Tuhan yang memberkati sekitar kita, lingkungan sekitar kita, orang-orang yang di sekitar kita, tempat kerja kita, rukun tetangga maupun rukun warga (RT, RW) tempat kita tinggal dan berada, maupun lainnya, oleh karena Tuhan juga yang memberkati dan menyertai kita, tangan-Nya atas kita.
Pertanyaannya, sudahkah kita menjadi berkat seperti itu?
Ataukah justru malah sebaliknya, kita menjadi batu sandungan yang membuat orang lain bertanya-tanya tentang iman Kristen kita, mempertanyakan apakah yang kita yakini itu adalah sebuah ajaran yang benar, kebenaran yang mereka cari sesungguhnya hari ini?
Karena kita merupakan keturunan Abraham secara rohani, Tuhan pasti memberkati kita oleh karena janji-Nya kepada Abraham untuk memberkati keturunannya, anak-anak-Nya. Namun, terkadang, apabila kita tidak memilih untuk hidup benar, tinggi hati, mengandalkan diri, dan memberontak terhadap kebenaran firman Tuhan, mungkin berkat-Nya itu akan terhalang, dan kita tidak dapat menjadi berkat untuk orang lain, untuk sekeliling kita.
Namun, apabila kita mau kembali berbuat apa yang benar, tetap hidup dalam koridor kasih karunia Tuhan, memilih untuk rendah hati dan andalkan Tuhan saja, berkat-berkat-Nya pasti akan menyertai kita, dan bisa dalam bentuk apa saja yang mungkin tidak pernah kita duga sebelumnya, serta kita pun akan menjadi berkat bagi orang-orang sekeliling kita maupun tempat di mana kita berada, oleh karena Tuhan.
Oleh karena itu, bukan karena sekadar tempatnya, atau dengan siapa saja, melainkan apakah hadirat Tuhan, penyertaan-Nya menyertai kita? Pastikanlah karena itu, setiap hari kita berjalan dalam hadirat-Nya, bersama-Nya, agar senantiasa berkat-Nya mengalir di manapun kita juga berada, dan kita pun senantiasa menjadi berkat.
Bukankah indah juga apabila Tuhan memberkati … [nama tempat ataupun lainnya] karena … [tulis nama Saudara di sini].
~ FG