
Ketika belum ada Google Maps atau penunjuk arah jalan secara digital memakai handphone, dulu beberapa jurnalis maupun peliput untuk berita balapan mobil F1, terutama yang dari suatu negara tertentu ke negara asing lain yang menjadi tuan rumah, mereka mencoba menyusuri dan mencari lokasi sirkuit dengan cara yang lumayan unik.
Karena belum hapal jalan dan mungkin tidak tahu arah yang pasti, mereka akan membuka jendela mobil atau kendaraan mereka, dan mencoba mendengarkan suara-suara mobil balap F1 yang mungkin masih dapat terdengar dari kejauhan, sampai akhirnya mereka mendekati dan menemukan lokasi sirkuti yang ingin dituju.
Suara mobil F1 sendiri bisa menghasilkan suara hingga 130 - 145 desibel, setara dengan suara pesawat jet saat lepas landas menurut sebuah referensi. Apalagi di era '90-an. Sementara itu, mobil biasa pada umumnya hanya 60 sampai 70 desibel, bahkan mobil sport pun jarang yang melebihi 90 desibel. Desibel adalah satuan ukuran untuk mengukur kerasnya suara.
Terkait kehidupan rohani, seperti halnya yang dilakukan oleh para jurnalis F1 pada kala itu, mungkin terkadang kita perlu membuka hati kita lebar-lebar, telinga rohani kita, untuk dapat lebih mendengar suara Tuhan untuk menuntun kita, supaya kita tahu apa yang sebaiknya—dan yang harus—dilakukan, serta melangkah ke arah ataupun di jalan yang benar.
Yohanes 10:27 (TSI), "Domba-domba-Ku pasti mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka, dan mereka selalu mengikut Aku."
Domba-domba-Ku mengenal suara-Ku, dan Aku pun mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku. (FAYH)
Just like sheep heed the voice of their true shepherd, my people pay attention to what I say. I know them, and they have become my disciples. (DEIBLER)
Namun sepertinya, masih banyak orang Kristen yang, sekalipun mendengar suara-Nya, tuntunan-Nya, sudah mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan, namun mereka tetap tidak mau mendengarkan atau menaatinya, melakukan apa yang diinginkan-Nya.
Bagaimana dengan Saudara dan saya akhir-akhir ini?
Jika kita tidak tahu langkah terbaik yang semestinya kita ambil, serta apa yang harusnya kita kerjakan—terutama agar sesuai dengan kehendak-Nya—maka dengarkanlah suara tuntunan Tuhan melalui doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya, melalui tuntunan firman-Nya yang kita baca, maupun mungkin dapat saja melalui orang-orang yang Tuhan percayakan untuk berinteraksi dengan kita.
Janganlah keraskan hati kita, maupun menutup telinga kita terhadap-Nya. Kadang suara-Nya lembut menegur, menyapa, mengoreksi kita. Dan bersyukurlah selagi Ia masih menegur kita dengan lembutnya.
Mazmur 95:7 (VMD), "Ia adalah Allah kita, dan kita umat yang dipelihara-Nya, domba-Nya yang berjalan di samping-Nya. Dengarkanlah suara-Nya hari ini."
Oh yes, he's our God, and we're the people he pastures, the flock he feeds. Drop everything and listen, listen as he speaks. (MSG)
The LORD is our God, and we are his people, the sheep he takes care of in his own pasture. Listen to God's voice today! (CEV)
~ FG