Kekristenan tidak dimulai hanya pada hari Minggu saja, tetapi mulai dari hari Senin sampai hari Sabtu. Kita harus memulai dengan benar. Bagaimana cara kita memulai itu sangat penting untuk hasil akhir di kemudian hari.
Di hari ke-6, Tuhan menciptakan manusia, dan di hari pertama bagi Adam adalah hari ke-7 yang merupakan hari perhentian di mana Tuhan berhenti bekerja, yang disebut sebagai hari Sabat. Di hari pertama, saatnya Adam mulai berjalan bersama Tuhan di taman Eden, dan Adam mulai mengenal hati Tuhan.
Perencanaan bersama Tuhan pun sangat penting bagi kita untuk menjalani hidup setiap hari. Rencana lebih mudah untuk disebut, tapi perencanaan itu memerlukan susunan yang lebih matang. Dan ingat, Tuhan Yesus adalah Master Planner atau Perancang, Perencana terbaik bagi kita.
Banyak orang gagal di perencanaan karena tidak melibatkan Tuhan, padahal Tuhan menciptakan semua hal untuk saling mengisi. Perencanaan yang baik bisa saja gagal, tetapi tidak ada keberhasilan yang baik tanpa perencanaan. Jadi, perencanaan juga sangat penting, dan harus selaras dengan Tuhan, karena sebaik apa pun perencaan kita, bisa saja gagal. Rencana manusia bisa gagal, namun rencana Tuhan tidak akan pernah gagal, maka itu libatkan Tuhan di dalam hidup kita setiap hari.
Mazmur 33 : 10 - 11
TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.
Rencana Tuhan tidak pernah pendek, hanya sekadarnya, tetapi selalu memiliki tujuan yang kekal dan mulia.
Perhatikan, bagaimana kita memulai menjalani hidup itu yang menentukan. Bagaimana supaya dapat membantu kita memulai dengan benar ?
1. Miliki Visi
Mulai melihat visi bersama Tuhan, bukan cuma visi kita sendiri. Jangan melewati hari tanpa visi. Berperan untuk membawa kerajaan surga di bumi, karena hidup yang sia-sia ialah hidup yang tanpa visi dan tujuan.
Hiduplah dengan antusias dan target yang dari Tuhan, mulai pahami bagaimana kita siap menangkap visi dari-Nya. Visi yang dari Tuhan dapat mengimpartasi dampak yang luar biasa bagi seisi dunia. Mata kita melihat realitas, tapi iman dan hati kita dapat menangkap visi. Apa yang kita lihat dari visi dan hati kita itu seringkali menjadi kenyataan.
Tidak ada visi di masa lalu; yang baru sudah datang, yang lama sudah berlalu. Visi adalah titik awal membuat perencanaan. Di mana ada visi, pasti ada penyediaan dari Tuhan. Visi adalah kemampuan untuk melihat secara jelas sesuatu yang belum kelihatan, karena itu melibatkan iman.
Seperti Abraham sanggup menyerahkan anaknya untuk dikorbankan karena dia percaya Tuhan sanggup membangkitkan orang mati, sekalipun saat itu Abraham belum pernah melihat yang seperti itu.
Ibrani 11 : 1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Keterlibatan Tuhan itu penting. Tuhan bisa menambahkan segala yang kita perlukan dalam visi kita. Kita harus menerima yang terbaik dari Tuhan. Temukan dan seleraskan semua yang kita rencanakan dengan kehendak Tuhan, karena hanya oleh kehendak-Nya pasti terjadi, karena rancangan Tuhan pasti yang terbaik, dan minta pembaruan pikiran oleh Tuhan.
Berubahlah sesuai firman dan kebenaran. Pastikan ketika Tuhan bicara ke hati kita, pikiran kita tidak menghambat. Apa yang ada pikiran kita akan membuka jalan untuk menjalani semua rencana-rencana yang dirancangkan.
2. Ketahui dan gunakan apa yang ada.
Apa yang ada di tangan kita, pakai saja. Tuhan tidak pernah berutang pada siapa pun. Bahkan, saat kita lahir pun Tuhan sudah memberikan satu talenta. Setia mengembangkan satu hal yang kecil penting untuk diperhatikan, dan jangan pernah membandingkan apa yang ada di tangan kita dengan apa yang dimiliki orang lain.
Kalau ada Tuhan, dan Dia terlibat, maka Dia pasti bisa pakai dengan cara-Nya yang ajaib dan tidak pernah terpikirkan oleh kita.
3. Dapatkan hikmat, pengetahuan, dan informasi yang benar.
Persiapkan diri kita untuk mendapatkan hikmat (wisdom) dari Tuhan yang bisa menyelesaikan segala masalah. Dapatkan pengetahuan yang kita perlukan, temukan informasi dari buku atau media lainnya dengan mulai membaca.
Filipi 4 : 13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Tuhan menolong kita untuk memulai dengan benar, menjalani dengan benar, dan menyelesaikan dengan benar. Amin.
Tuhan Yesus Memberkati