Hari ini kita belajar bagaimana kita menghadapi hidup dan mengalami kemenangan di tengah badai persoalan yang berat.
Belajar dari kehidupan Paulus dan Silas di penjara Filipi. Mereka melayani Tuhan dengan memberitakan kabar baik dan membangun jemaat Tuhan. Walaupun mengalami aniaya, bahkan sampai di penjara, mereka tetap bersuka cita dalam tekanan.
Kisah Para Rasul 16 : 23 - 25
Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
"Penjara” tidak dapat menghentikan doa dan pujian kita kepada Allah.
Paulus dan Silas tidak menunggu sampai keadaan berubah untuk tetap berdoa dan menyanyikan pujian bagi Tuhan. Mereka memuji Tuhan ketika masih berada di penjara.
Jangan biarkan keadaan menentukan penyembahan kita. Kita tidak memuji Tuhan karena keadaan baik, kita memuji Tuhan karena Dia tetap baik.
Kisah Para Rasul 16 : 26
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
Kata "tengah malam” bukan hanya tentang waktu ketika keadaan paling gelap, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa iman kita tetap menyala ketika tidak ada jalan yang terlihat.
Langkah iman, doa, dan pujian di tengah malam :
1. Sekalipun keadaan seperti gelap gulita, percayalah, di dalam Yesus adaj jalan keluar.
2. Tetap berdoa dan memuji Tuhan di tengah badai hidup sekelam apapun. Ingat, Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia.
3. Kemenangan iman dalam ujian menjadi kesaksian bagi banyak orang. Mujizat yang kita alami menjadi jalan kesaksian bagi orang lain untuk percaya kepada Tuhan Yesus.
Doa dan pujian di tengah malam tidak meniadakan rasa sakit, tapi menguatkan iman dan pengharapan.
Bukan sekedar jalan keluar yang kita harapkan, tapi kehadiran-Nya.
Sementara gempa bumi memang membebaskan belenggu, tetapi Paulus dan Silas tidak langsung melarikan diri.
Tujuan utama penyembahan adalah menghadirkan kedaulatan Tuhan, bukan sekadar melarikan diri dari kesukaran.
Jangan menunggu situasi membaik baru mengucap syukur. Naikkan pujian dan doa di tengah proses terberat Anda, sebab penyembahan mendatangkan kuasa Allah yang memerdekakan.
Tuhan Yesus memberkati.