GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

WAVE

Rudi Hidayat · Minggu, 28 September 2025

Ibadah Raya 5 (Onsite)
Minggu, 28 September 2025
Pk. 16:30 WIB
Matius 14:24-33
PDF Rangkuman “WAVE” Rudi Hidayat · Minggu, 28 September 2025 Unduh PDF
Selain tsunami, ada jenis gelombang lain, yaitu ‘rogue wave’ yaitu gelombang aneh berukuran dua kali lebih tinggi daripada keadaan laut di sekitarnya pada area dan waktu tertentu. Tembok gelombang air yang besar ini datang entah dari mana dan tanpa peringatan, berbeda dengan tsunami yang dapat diketahui tanda-tandanya.
 
Demikian juga, dalam hidup kita, bisa saja tiba-tiba datang “badai” tanpa peringatan. Guncangan badai itu nyata, berbahaya, dan menakutkan, tetapi ada iman kita sebagai orang Kristen yang yakin bahwa kapal, bahtera, atau perahu kehidupan kita bisa melewatinya. 
 
Ada orang-orang yang saat mengalami suatu badai akan merasa biasa-biasa saja, ada juga yang merasa sangat khawatir, selain itu ada yang frustrasi dan depresi. Tetapi ada pribadi-pribadi yang bersemangat dan tetap percaya saat menghadapinya.
 
Apa saja yang perlu kita lakukan agar dapat seperti itu ?
 
• W : Walk in faith
Matius 14 : 24 - 33
Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru : Itu hantu !, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka : Tenanglah ! Aku ini, jangan takut ! Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia : Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air. Kata Yesus : Datanglah ! Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak : Tuhan, tolonglah aku ! Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata : Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang ? Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya : Sesungguhnya Engkau Anak Allah.
 
Contohnya, Abraham, ia berjalan dalam iman. Berjalan dalam iman berarti berani melangkah meski kita belum melihat hasil dan tujuan akhirnya. Jadi, jangan takut dan tenanglah, karena ada Tuhan Yesus beserta kita, bukan semata-mata karena mengandalkan manusia.
 
Gelombang tidak pernah menentukan bagaimana akhir perjalanan kita, tetapi akan membuka jalan yang baru untuk melihat dan merasakan kasih Yesus supaya lebih jelas dalam hidup kita setiap hari.
 
• A : Anchored In Christ
Ibrani 6 : 19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.
Daud sering kali mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan. Sebab, Allah adalah tempat perlindungannya, dan tempat perlindungan yang sejati bagi kita. Datanglah apa adanya kepada Tuhan. Menanti dengan sabar akan pertolongan, pemulihan, dan pembelaan dari-Nya. Sebab, waktu dan rencana Tuhan berbeda dari agenda dan tujuan kita.
Mazmur 62 : 6 - 9
Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela.
 
“Focus on the anchor, not on the storm.” Perkuat jangkar pengharapan kita di dalam Dia, bukannya terus-menerus meratap atau menatap pada masalah-masalah dan pergumulan yang ada.
 
“To realize the worth of the anchor, we need to feel the storm.” Karena, terkadang mau tidak mau, untuk menguji keteguhan sebuah jangkar agar kita naik level, maka kita perlu merasakan pengalaman terjangan badai. Merasa tahu, hapal, serta mengaku percaya firman belumlah sebanding saat kita menjadi pelaku firman. Jadi, jangan pernah mau meragukan Dia, bimbang, ataupun malah berpaling menjauh dari-Nya.
 
• V : Victory through the storm
Kisah Para Rasul 27 : 22 - 25
Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, dan ia berkata: Jangan takut, Paulus ! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.
Tuhan memakai badai bukan untuk menghukum, tetapi untuk membentuk hati kita agar selaras dengan kehendak-Nya. Dia sanggup mengubahkan dan memberkati kita. Padang gurun yang gersang sanggup diubahkan-Nya menjadi padang rumput hijau. Kehilangan yang kita alami dapat digantikannya dengan berkat yang berkali lipat. Karena itu tetaplah tabah hati.
 
Kemenangan yang ilahi bukan saat badai menghilang, melainkan pada saat Yesus berdiri lebih tinggi daripada badai dalam hidup kita, artinya kita mengutamakan Dia lebih daripada segala sesuatu. Bersyukurlah kepada-Nya, dan menyembah Dia, terutama saat kita telah mengalami pertolongan, pemulihan, dan penyelamatan dari Tuhan.
 
• E : Encounter His presence
Markus 4 : 35 - 41
Angin ribut diredakan
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka : Marilah kita bertolak ke seberang. Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya : Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa ? Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu : Diam ! Tenanglah ! Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka : Mengapa kamu begitu takut ? Mengapa kamu tidak percaya ? Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain : Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya ?
Kita sadar dan mengetahui, Tuhan tidak janjikan langit akan selalu biru, namun kita yakin dan percaya bahwa Dia berjanji tangan-Nya tidak akan pernah meninggalkan kita. Kita akan lebih lagi mengalami Dia. Terutama karena kita sebagai anak-anak-Nya, yang terpanggil dan terpilih oleh Tuhan untuk menjadi alat-Nya. “A smooth sea never made a skilled sailor.”
 
 
 
Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL