GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

WALKING WITH GOD

Ev. Lily Sulistyo · Minggu, 14 November 2021

Ibadah Raya 2 (Onsite)
Minggu, 14 November 2021
Pk. 11:30 WIB
PDF Rangkuman “WALKING WITH GOD” Ev. Lily Sulistyo · Minggu, 14 November 2021 Unduh PDF

Sebentar lagi kita akan mengakhiri tahun, dan memasuki tahun yang baru. Pandemi pun telah berjalan sekian lamanya. Namun sesungguhnya, hari demi hari yang kita jalani ialah suatu persiapan demi menuju kekekalan, hidup yang selama-lamanya.

Seperti halnya ada musim-musim (panas, gugur, dingin, & semi) di kehidupan kita, demikian pula ada kelebihan maupun kekurangan masing-masing musim serta saat memasuki masa pergantiannya. Namun, seringkali apa pun musim yang terjadi, tergantung bagaimana cara kita memandang kehidupan ini.

Hidup kekeristenan kita pun demikian, musim datang silih berganti dan terus bergulir. Kita tidak bisa memilih mau masuk musim yang mana, misalnya hanya mau supaya diberkati, melainkan ada pula masa-masa atau kenyataan yang mungkin menyakitkan serta mengecewakan. 

Demikian pula banyak tokoh Alkitab, maupun mungkin kita sendiri, yang mengalami suatu musim tertentu, sebab Allah sesungguhnya hendak mempersiapkan kita semua menuju kekekalan. Jadi, kita perlu belajar, terutama menghadapi berbagai musim dalam kehidupan.

1. PERCAYA PENUH KEPADA TUHAN DALAM SEGALA MUSIM KEHIDUPAN
Belajarlah mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Jangan hanya menghapal ayat-ayat firman Tuhan, melainkan sungguh-sungguhlah menyadari serta meyakininya. Mengapa, yaitu agar kita dapat merasa aman di dalam Dia. Hidup di dunia ini memang tidak mudah, tetapi Allah tahu dan tiada satu pun yang terluput dari-Nya. Ia mau supaya kita bertumbuh secara rohani dan tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja dalam kekristenan.

Mazmur 91 : 1 - 2
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan : "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

Jangan mengandalkan manusia ataupun kekuatan sendiri, yang sering kali mengecewakan. Melainkan, andalkanlah Tuhan dalam segala hal. 

2. MAU BERUBAH DAN PUNYA KARAKTER SEPERTI TUHAN YESUS
Karena kita akan hidup kekal selama-lamanya bersama Allah, maka mau tidak mau, kita harus memiliki karakter yang seperti Dia. Apakah kita dapat menjadi seseorang yang dipercayai ? Sungguh-sungguhkah perkataan dan janji kita kepada-Nya ? Banyak serta mudah berjanji setia maupun mengasihi Dia, tetapi sangat jarang dan sedikit sekali orang yang layak dipercayai oleh Allah. Karisma yang luar biasa tidak menjamin karakter yang luar biasa, maka sering kali Allah memakai maupun mengizinkan proses, pergumulan dan penderitaan untuk membentuk karakter serta ketekunan kita.

Roma 5 : 3 - 5
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Jangan mudah menyerah ataupun berputus asa dan letih lesu saat menghadapi pergumulan. Sebab, Ia sedang membentuk kita menjadi orang yang lebih rendah hati, lebih fokus, serta lebih mengandalkan Dia. 

2 Korintus 4 : 17 - 18
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

3. SELALU SADAR AKAN HADIRAT TUHAN
Sadarlah akan hadirat-Nya dalam kehidupan ini, supaya kita menjadi orang Kristen yang imannya terus bertumbuh, bahkan dalam segala hal ke arah Kristus. Mengapa ? Oleh karena, kita adalah biji mata-Nya, umat pilihan serta kesayangan-Nya. 

Efesus 4 : 13 - 15
Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Jika kita sangat mengasihi Allah, maka kasih kita kepada-Nya akan lebih mendalam dan makin dewasa dalam Dia agar perkenanan-Nya tetap dalam hidup kita, seperti yang dialami Henokh. 

Kejadian 5 : 21 - 24
Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Jangan lupakan kehadiran-Nya dalam keseharian kita, di manapun serta apa pun yang kita lakukan. Tetaplah tinggal di hadirat-Nya. Fokus hanya kepada-Nya. Berikan yang terbaik bagi Dia. Jika kita ada dalam Dia, serta Dia di dalam kita, maka perkenanan dan kehadiran-Nya akan menyertai kita, apa pun yang terjadi.

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL