Saat-saat seperti ini, iblis sedang menebarkan roh yang mengakibatkan anak-anak Tuhan mengalami rasa takut terhadap segala hal, sehingga kita semua memiliki berbagai macam ketakutan. Takut miskin, takut setan, takut ketinggian, keramaian (tempat terbuka), dan takut kematian. Bisa juga ketakutan akan masa lalu, ketakutan akan keadaan yang sedang dihadapi, dan ketakutan akan masa depan yang belum pasti.
Mari kita membalikkan pandangan kita (paradigm kita), dari pandangan pesimis yang penuh ketakutan menjadi pandangan optimis yang penuh pengharapan.
Kita belajar dari raja Daud yang mengatasi rasa takutnya, ketika dikelilingi masalah dan para musuhnya
Mazmur 56 : 4
Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.
1. Mengakuinya "waktu aku takut"
Mengakui bahwa kita takut merupakan sikap jujur terhadap perasaan kita.
2. Menyatakan "aku percaya kepada-Mu"
Percaya firman Tuhan adalah obat yang disediakan Tuhan bagi ketakutan. Lawan dari rasa takut bukan berani; tapi lawan rasa takut adalah percaya kepada Tuhan.
2 Timotius 1 : 7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.
1. Roh yang membangkitkan kekuatan
Filipi 4 : 13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Awas, ketakutan merampas kekuatan kita! Untuk itu milikilah roh yang membangkitkan kekuatan.
2. Roh yang membangkitkan kasih
1 Yohanes 4 : 18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan : kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Tinggal di dalam kasih Tuhan Yesus, itulah yang membangkitkan kasih kita sehingga dapat mengalahkan ketakutan.
3. Roh yang membangkitkan ketertiban
Kita diberi ketenangan, diberi kemampuan untuk mendisiplinkan pikiran sendiri, yang berlawanan dengan kepanikan, dan kebingungan yang muncul akibat situasi yang menakutkan.
Filipi 4 : 8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Milikilah satu ketakutan saja : Takut akan Allah, yaitu sikap hormat atau segan terhadap Tuhan, yang harus diaplikasikan oleh setiap orang dalam kehidupan setiap hari.
Amsal 8 : 13
Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
Amsal 14 : 26
Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.
Hidup yang bebas dari ketakutan adalah kehidupan yang luar biasa indahnya.
Rangkuman Pdm. Roy Tanudjaja, MSc :
Mengapa manusia bisa merasa takut ? Karena manusia menghadapi sesuatu hal yang lebih besar daripada dirinya. Waktu kita takut, apa yang harus kita lakukan ? Datang kepada Allah dan percaya kepada-Nya, sebab Allah lebih besar dari apapun juga. Tuhan akan memberikan kita kekuatan untuk mengatasi ketakutan.
Yesaya 41 : 10
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegangengkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Tuhan Yesus Memberkati