‘Underrated’, artinya sesuatu yang dianggap remeh, yang belum mendapatkan nilai yang sesungguhnya, tetapi di masa depan dapat saja memiliki potensi yang terbaiknya.
Dunia tempat kita tinggal sekarang ini sering punya tendensi yang instan dan viral. Kontras dengan hidup kita yang terkesan menjadi ‘underrated’. Kita sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi seolah-olah kita maju pelan sekali.
Dunia juga menilai segala sesuatunya lewat penampilan fisik. Padahal, selagi dia masih kecil atau merupakan sebuah tunas, sebenarnya sesuatu itu harus mulai dihargai. Sebab, kita sering kali hanya melihat hidup kita di masa sekarang, bukannya lebih pada potensi apa yang lebih baiknya di masa depan.
Wahyu 22 : 13
Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.
Tuhan sedang menjelaskan kepada manusia yang hidup dalam waktu, yaitu Tuhan adalah Pribadi yang selalu ada di sepanjang waktu. Manusia tidak dapat melihat apa yang di depan, tetapi Tuhan selalu bisa melihatnya. Antara awal dan akhir, ada suatu proses yang kita belum bisa lihat. Tuhan sanggup membuat segala sesuatu indah pada akhirnya.
Matius 13 : 31 - 32
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya : Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.
Sewaktu Yesus membentangkan perumpamaan, Dia sedang mengatakan tentang apa yang Kerajaan Surga kerjakan. Dunia melihat segala sesuatunya secara instan, tetapi Kerajaan Allah bekerja untuk segala sesuatu melalui proses. Karena itu, sekalipun kita mendapatkan sesuatu yang kecil, atau seolah ‘underrarted’, seharusnya kita masih bisa bersyukur.
Kita sebagai manusia sering kali gagal menilai apa yang Tuhan telah taburkan dalam hidup kita. Pekerjaan kita juga bisa jadi merupakan benih yang kecil untuk hal yang lebih besar di masa depan. Potensi adalah kekuatan yang belum terwujud, atau dengan kata lain merupakan “harta yang terpendam”. Potensi terbesar yang Tuhan taruh ada dalam diri setiap kita manusia.
Kejadian 2 : 19 - 22
Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
Tuhan membentuk Adam, dan memintanya untuk mengusahakan tanah tersebut. Adam menyadari bahwa Tuhan menaruh potensi di dalam dirinya. Adam menggunakan potensinya untuk bekerja menggunakan hal tersebut. Tuhan mengatakan bahwa proses penciptaan adalah proses yang Tuhan berikan untuk memaksimalkan potensi tanah tersebut. Ini adalah cara Tuhan bekerja.
Kecil atau ‘underrated’ bukan berarti tidak berguna. Kita harus menjadi orang pandai yang mengenali potensi, karena demikianlah Tuhan bekerja. Ketika berjalan bersama Tuhan, maka melewati segala sesuatu, pasti ada proses yang luar biasa yang akan menjadikan segala sesuatu sangat luar biasa.
Markus 4 : 26 - 28
Lalu kata Yesus : Beginilah hal Kerajaan Allah itu : seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Di tengah perjalanan proses adalah misteri yang Tuhan sendiri yang mengetahui, namun yang dapat kita ketahui adalah bahwa Tuhan selalu mendatangkan kebaikan untuk kita dalam pekerjaan-Nya. Apa yang kita tabur, sirami dan pelihara, itulah yang akan bertumbuh. Tuhan ingin supaya kita beriman dan bertumbuh lebih lagi di tahun 2026 ini.
Amsal 30 : 28
Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.
Kita diingatkan oleh seekora hewan cicak yang merupakan binatang yang kecil, tetapi bisa ada juga di istana raja! Dengan kata lain, ukuran tidaklah serta-merta menentukan nilai. Sebab, sesuatu yang kecil juga bisa ada di suatu tempat yang megah.
Namun, benih yang baik harus berada di tanah yang subur. Sebab, tanah yang baik pasti harganya mahal. Karena itu, jika kita percaya bahwa kita adalah benih yang baik, maka kita harus menempatkan diri kita di tempat yang baik.
Tuhan Yesus Memberkati