GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

TUHAN SUMBER KEKUATANKU

Pdp. Sudy Tandy · Selasa, 05 April 2022

Doa Fajar
Selasa, 05 April 2022
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “TUHAN SUMBER KEKUATANKU” Pdp. Sudy Tandy · Selasa, 05 April 2022 Unduh PDF

Sangat mudah bagi banyak orang mempertahankan iman dan pengharapan kepada Tuhan di tengah-tengah keadaan dan situasi hidup yang baik. Sebaliknya, begitu mudah mempertanyakan kuasa dan kehadiran Tuhan di tengah keadaan dan situasi hidup yang sulit. 

Kitab Habakuk menantang iman kita untuk tetap kuat di tengah kesukaran hidup. Apakah kita tetap bersukacita dan mempercayai Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam di tengah kesulitan dan kelemahan kita. 

Habakuk 3 : 16 – 19 
Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami. Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Allah Tuhanku itu kekuatanku : Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Dari pembacaan firman Tuhan tentang bagaimana mengatasi situasi yang sulit, kita dapat belajar tentang 3 hal :

1. Menanti dengan tenang.
(Ayat 16) Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.

Ungkapan "menanti dengan tenang" berasal dari kata Ibrani yang berarti "beristirahat, atau menetap." Ini adalah kata yang sama yang kita temukan dalam Sepuluh Perintah di mana Tuhan menyuruh kita untuk beristirahat pada Hari Sabat.

Hanya dalam hadirat Tuhan kita kita bisa diam dengan tentram, menantikan Dia dan menikmati kasih serta kebaikkan-Nya. 

 2. Memilih untuk bersuka cita.
(Ayat 17-18) Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

Banyak orang memiliki harapan, tetapi mereka mendasarkannya pada sesuatu yang tidak kokoh (pasar saham, ketampanan mereka, gaji besar, pekerjaan bagus, dll). Tetapi semua itu bersifat sementara dan dapat diambil dalam sekejab), yang akhirnya membuat banyak manusia menjadi sukar untuk bersuka cita.

3. Percaya kepada Tuhan. 
(Ayat 18) Allah Tuhanku itu kekuatanku : Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.

Sayangnya, banyak orang datang kepada Tuhan, hanya untuk mengincar apa yang Dia bisa lakukan, hanya sekedar mencari berkat tanpa mau mengenal pribadi-Nya, karena untuk mengenal pribadi-Nya, kita harus bertobat.

Sering kita berjumpa kepada Tuhan hanya untuk berobat bukan bertobat.

Berobat : setelah sembuh maka tidak pergi ke dokter lagi (setelah masalah lewat maka tidak lagi kegereja)

Bertobat : Melihat kepada tujuan kehidupan bukan masalah kehidupan, yaitu menuju surga yang mulia. 

Kesimpulan :
1. Pastilah kita pernah mengalami saat-saat lelah dan jemu serta jenuh. Apalagi dimasa-masa pandemi yang melanda, tidak ada jaminan bahwa kita dapat bebas dari berbagai bentuk kelelahan dan kejenuhan. Tenaga fisik kita tidak cukup menghadapinya.

2. Habakuk memulai perjalannnya dari lembah keraguan, dan dia mengakhiri perjalannnya dalam ketinggian bersama Tuhan sumber kekuatan. 

3. Di manapun kita berada dalam titik kehidupan, mari kita bersama menanti dengan tenang, memilih untuk bersuja dan percaya kepada Tuhan.

4. Dalam Tahun Paradigma yang baru, Tuhan akan mencurahkan kekuatan-Nya dengan cara-cara-Nya yang baru bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL