Pagi ini kita akan belajar bersama-sama dari contoh kehidupan teladan Zakharia dan Elisabet, sepasang suami-istri yang luar biasa, serta hamba Tuhan yang setia.
Apa saja yang mereka alami dan jalani :
• Menjalani "asam dan garam kehidupan" bersama-sama.
• Melalui masa sulit bersama dan hingga usia lanjut belum memiliki keturunan.
• Mereka tetap bahagia dalam pelayanan bersama.
• Memiliki iman yang nyata dan persekutuan pribadi yang kuat dengan Tuhan.
• Menghasilkan ketenangan hidup sebagai pasutri itu bukti nyata pernikahan yang kuat.
Lukas 1 : 5 - 7
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
Jika kita sebagai sepasang suami dan istri yang hidup secara akur, menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan, kita akan mengalami berkat-berkat-Nya dalam rumah tangga maupun keluarga kita.
Lahirnya Yohanes Pembaptis :
• Tuhan sanggup melakukan apa pun yang Ia kehendaki.
• Tuhan berkenan atas iman Zakharia serta Elizabet, sehingga menjawab doa mereka untuk memperoleh keturunan. Ia tergerak pula oleh iman kita, bukannya sekadar kebutuhan kita.
• Tuhan mampu memberikan jauh melebihi apa yang diminta ataupun diharapkan.
Bukti pernikahan yang sehat dan kuat :
• Ada kebersamaan (lebih sering bersama pasangannya daripada dengan orang lain).
• Ada ketenangan (tidak mudah kehilangan kendali atas emosi).
• Ada kepuasan (selalu ucap syukur dan percaya bahwa kehendak Allah yang terbaik).
• Ada komitmen (pegang teguh ikrar apa pun yang terjadi).
Ketika badai menghantam pernikahan :
• Berdoa bersama kepada-Nya untuk memohon hikmat.
• Berprinsip jalan keluar dengan menggali firman Tuhan.
• Beri semangat dalam iman maupun kasih kepada pasangan.
• Berikrar tetap teguh serta kukuh dalam pelayanan yang telah Ia percayakan dan dalam kehidupan bersama.
• Bersabar menantikan jawaban serta tuntunan-Nya.
• Berani jadi saksi kebaikan dan kuasa Allah, apa pun jawaban yang Ia berikan nantinya.
Apa saja yang perlu untuk membangun pernikahan yang langgeng ?
1. Sediakan waktu untuk bermesraan :
- Kencani pasangan Saudara.
- Sentuhan penuh kasih.
2. Temukan hal yang dapat membuat Anda berdua tertawa bersama :
- Pelihara humor dalam pernikahan.
- Bukannya saling menertawakan kelemahan, kekeliruan ataupun kekurangan masing-masing.
3. Lakukan kegiatan berdua :
- David Mace berkata, "Cinta itu harus diberi makan dan dipelihara."
- Perluas wawasan terhadap minat pasangan Anda.
- Tetap berikan keleluasaan untuk kegiatan pribadi.
4. Tingkatkan harga diri pasangan :
- Beri pujian yang tulus (Amsal 15 : 1 - 2).
- Fokus pada kelebihan, bukan pada kelemahan.
5. Bersihkan diri dari endapan yang berbahaya :
- Selesaikan konflik dengan segera dan jangan tunda.
- Pengelolaan keuangan.
- Obat luka batin yang manjur ialah anugerah pengampunan.
6. Nyalakan hasrat di tempat tidur :
- Hindari virus berbahaya yang mengotori kehidupan seks Anda.
- Jangan malu membicarakan tentang seks yang suci.
7. Kenang peristiwa-peristiwa yang penting :
- Berdua menyaksikan video atau foto kenangan masa lalu.
8. Rencanakan tujuan mendatang :
- Minta bimbingan Tuhan.
- Tentukan tujuan yang spesifik serta sepakati untuk bersama mencapainya.
KESIMPULAN PRAKTIS :
• Tetap bersyukur di tengah kondisi yang tidak nyaman, karena ada Tuhan yang melebihi segala keadaan (Filipi 4 : 7).
• Terus belajar untuk mengerti serta menerima segala sesuatu yang Ia izinkan, bahwa semuanya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia dan hidup sesuai rencana ataupun panggilan-Nya (Roma 8 : 28).
• Setia dan menikmati kebersamaan dengan pasangan terbaik yang telah Allah sediakan dan berikan dalam hidup kita masing-masing.
Mazmur 133 : 1 - 3
Persaudaraan yang rukun Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun ! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Tuhan Yesus Memberkati