GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

TITIK TERENDAH ADALAH TITIK TERBAIK UNTUK BERBALIK

Selviawati, M. Th · Rabu, 17 Juli 2024

Doa Fajar
Rabu, 17 Juli 2024
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “TITIK TERENDAH ADALAH TITIK TERBAIK UNTUK BERBALIK” Selviawati, M. Th · Rabu, 17 Juli 2024 Unduh PDF

Doa yang terbaik bukan saat kita sedang berada di atas, tetapi ketika kita merendahkan diri dihadapan Allah. Pada saat sedang direndahkan orang lain, hingga tidak dapat melakukan apapun untuk membela diri, saat dalam keadaan terpuruk tidak tahu minta pertolongan kepada siapa, dan saat menderita namun orang lain tidak mengerti penderitaan kita. Kita berada pada titik terendah.

Ketika kita berada dalam sebuah pencobaan, yang membuat hidup kita terpuruk, kita lakukan yang terbaik yaitu mencari kehendak Tuhan, maka Tuhan yang akan menjawab, dan menyatakan Kemuliaan-Nya atas hidup kita.

Mari, kita perhatikan seorang ibu bernama Hana sedang berada dalam kesesakan, dan ia berada di titik terendah dalam hidupnya sampai mendapat jawaban doa. Ia mendapatkan seorang anak bernama Samuel, seorang nabi Allah.

1 Samuel 1 : 4 - 8
Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian. Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab Tuhan telah menutup kandungannya. Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena Tuhan telah menutup kandungannya. Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah Tuhan, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan. 
Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya : Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan ? Mengapa hatimu sedih ? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki ?

Hana seorang wanita yang mandul sedang menderita, walapun memiliki seorang suami yang mengasihi dia. Namun ia tetap beribadah kepada Tuhan.

1 Samuel 1 : 9 - 11
Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci Tuhan, dan dengan hati pedih ia berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. 
Kemudian bernazarlah ia, katanya : Tuhan semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada Tuhan  untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.

Di titik terendahnya, Hana tetap berdoa kepada Tuhan dan bernazar kepada Allah. Nazar adalah sebuah janji kepada Tuhan yang diucapkan saat beribadah. Hal ini diperbolehkan karena akan mendatangkan kemuliaan kepada Tuhan.

1 Samuel 1 : 12 - 13
Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan Tuhan, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk.

1 Samuel 1 : 15
Tetapi Hana menjawab : Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan. 

Hana hanya ingin mencurahkan segala pergumulannya kepada Allah.

1 Samuel 1 : 17
Jawab Eli : Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya.

1 Samuel 1 : 27 - 28
Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada Tuhan. Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada Tuhan. 

Ketika doa Hana dijawab Tuhan, ia benar-benar menyerahkan anaknya kepada Tuhan, sebagai pemberian yang terbaiknya.

Dalam doa, ketika kita menginginkan yang baik untuk hidup kita, jangan lupa memberikan yang terbaik yang menjadi bagian Tuhan. 

Begitu pula saat Yesus pada saat akhir hidupnya. Ia merendahkan diri dan berdoa kepada Bapa-Nya. Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Bapa-Nya.

Matius 26 : 38 - 39
Lalu kata-Nya kepada mereka : Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku. Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya : Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.

Kita dapat belajar dari sikap Yesus dalam berdoa, di titik terendah-Nya, yaitu jangan terikat pada emosi (jiwa), namun Ia tetap berjaga-jaga didalam doa. Gunakan mulutmu, tanganmu, dan wajahmu untuk mencari Tuhan. Dan saat berdoa ambil sikap sungguh-sungguh. Kemudian berikan kemuliaan kepada Tuhan atas jawaban dari doa kita.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL