Emosi adalah luapan rasa tidak puas, kecewa dalam hati kita terhadap respon atau perlakuan pasangan atau orang lain kepada kita. Penyebabnya bisa dari orang yang paling dekat dengan kita, seperti suami, isteri, anak-anak, sahabat, maupun orang lain. Cara mengantisipasinya adalah kita perlu belajar supaya waspada dan menjaga hati kita agar tidak terluka ketika hal tersebut terjadi dalam hidup kita.
Yakobus 1 : 19 - 20
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
Beberapa hal yang bisa kita pelajari, antara lain :
1. Cepat untuk mendengar
Banyak mendengar terlebih dahulu supaya jelas penyebab atau akar masalahnya dari sudut pandang pasangan kita. Tidak hanya sekedar mendengar namun, sungguh-sungguh mendengar dengan hati yang tulus dan netral. Perlu adanya latihan, sekali gagal harus dicoba lagi.
2. Lambat untuk berkata-kata
Pikirkan dulu kata-kata yang tepat untuk kita ucapkan, jangan pakai kata-kata yang menghakimi dan merendahkan. Juga jangan menyimpulkan dengan cepat sebelum mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Selain itu memberikan kesempatan bicara kepada pasangan kita untuk mengungkapkan hatinya.
3. Lambat untuk marah
Artinya :
• Belajar untuk rem emosi
Mazmur 37 : 8
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
Efesus 4 : 26
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa : janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.
• Belajar untuk menjaga hati
Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
• Fokus kepada masalahnya bukan pribadi pasangan
Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah karena amarah dapat membuat tindakan, perkataan kita menjadi tidak terkendali (lost control) yang bisa membuka celah sehingga memberi kesempatan kepada iblis.
Efesus 4 : 27
Dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.
Amarah adalah kumpulan emosi yang kita simpan yang tidak bisa kita keluarkan atau luapkan karena adanya rasa takut, ancaman, dan lain-lain.
Emosi dalam bentuk apapun tidak akan menyelesaikan masalah karena :
• Membuat komunikasi terputus sehingga mengakibatkan konflik terus terjadi.
- Membuat hubungan keluarga (suami, isteri, anak-anak dan orang tua) rusak
- Bisa berakhir dengan keputusan yang salah dan bertentangan dengan firman Tuhan, antara lain perselingkuhan, perceraian
Mari kita belajar mengendalikan emosi kita supaya hubungan keluarga kita semakin kuat, penuh dengan damai sejahtera dan diberkati Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati