GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

TIDAK MEMINTA KEPUTUSAN TUHAN

Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH · Minggu, 14 April 2019

Ibadah Raya 5
Minggu, 14 April 2019
Pk. 16:30 WIB

“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.” (Yos. 9:1-3). “Tetapi engkau, berpeganglah pada yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini. Lihat, Aku akan menghalau dari depanmu orang Amori, orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.”(Kel. 34:11)

“maka merekapun bertindak dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal, mengambil karung yang buruk-buruk untuk dimuatkan ke atas keledai mereka dan kirbat anggur yang buruk-buruk, yang robek dan dijahit kembali, dan kasut yang buruk-buruk dan ditambal untuk dikenakan pada kaki mereka dan pakaian yang buruk-buruk untuk dikenakan oleh mereka, sedang segala roti bekal mereka telah kering, tinggal remah-remah belaka. Demikianlah mereka pergi kepada Yosua, ke tempat perkemahan di Gilgal. Berkatalah mereka kepadanya dan kepada orang-orang Israel itu: "Kami ini datang dari negeri jauh; maka sekarang ikatlah perjanjian dengan kami."(Yos. 9:4-6)

Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan, seharusnya hidupnya senantiasa menanti perintah dan petunjuk Tuhan. Perjalanan panjang keluar dari Mesir ke tanah perjanjian, adalah sebagai pengajaran dari Tuhan, mereka menghadapi tantangan, mush dan harus berpeperangan untuk meraih kemenangan. Masalah dan tantangan didepan bukan saja secara fisik, kadang kita dihadapkan pada jebakan atau jerat akal sehat kita. Israel mendapat jerat dari Suku Gibeon, dan mereka bertindak dengan memakai akal. maka merekapun bertindak dengan memakai aka, kata akal memiliki arti penipuan. Gibeon menggunakan akal supaya bisa menipu bangsa Israel yang kuat dan disertai Tuhan supaya mendapat perlindungan dan pengasihan dari Israel sebagai bangsa yang kuat dan ditakuti oleh bangsa bangsa lain.

“Lalu kata mereka kepada Yosua: "Kami ini hamba-hambamu." Tanya Yosua: "Siapakah kamu ini dan dari manakah kamu datang?" Jawab mereka kepadanya: "Dari negeri yang sangat jauh hamba-hambamu ini datang karena nama TUHAN, Allahmu, sebab kami telah mendengar kabar tentang Dia, yakni segala yang dilakukan-Nya di Mesir, dan segala yang dilakukan-Nya terhadap kedua raja orang Amori itu di seberang sungai Yordan, Sihon, raja Hesybon, dan Og, raja Basan, yang diam di Asytarot. Sebab itu para tua-tua kami dan seluruh penduduk negeri kami berkata kepada kami, demikian: Bawalah bekal untuk di jalan dan pergilah menemui mereka dan berkatalah kepada mereka: Kami ini hamba-hambamu, maka sekarang ikatlah perjanjian dengan kami.”(Yos. 9:8-11)

Akibat Tidak meminta keputusan Tuhan ketika mengambil Keputusan :

1. Jerat

    Jerat adalah sebuah ikatan yang berakibat buruk dalam kehidupan kita ketika mengambil keputusan yang salah. Israel mengambil keputusan tanpa melibatkan Tuhan, membawa dampak dan akibat yang buruk, yaitu :

a. Israel terlibat peperangan untuk membela orang-orang Gibeon (Yosua 10)

    Israel terlibat dalam peperangan yang seharusnya bukan tanggung jawab Israel. Akibat jerat sehingga ada beban baru (terlibat masalah yang tidak perlu) 

b. Israel mengalami bencana kelaparan 100 tahun setelah itu yang terjadi di jaman Daud ( 2 Sdam. 21:1-14)

    (Berdampak hingga pada generasi selanjutnya) –berbicara tentang Bisnis, Pekerjaan, Pernilhan, kesehatan dll.

    Ketika kita melakukan segala sesuatu mengalami kegagalan.

2. Cara Mengambil Keputusan

    Cara mengambil keputusan dengan melibatkan Tuhan, memiliki tiga cara dan langkah yaitu:

a. Sesuai Firman Tuhan (1 Pet. 4:2)

    “Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.”(1 Pet. 4:2) 

b. Intim dengan Tuhan (Ibr. 4:16)

    “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.(Ibr. 4:16) 

c. Berharap pada Tuhan (Maz. 37:5)

    “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;”(Maz. 37:5)

“Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?” (Gal. 3:3)

Ketika semua yang kita lakukan dengan Roh apakah kita akan akhiri dengan daging? Mari kembali kepada Tuhan, supaya setiap keputusan yang kita ambil bukan berdasarkan cara dan gaya kita, melainkan kehendak Tuhan. Hati hati dengan jerat yang diberikan sebagai perangkap oleh iblis! Minta Tuhan lepaskan jerat apapun dalam hidup kita, ambil keputusan dengan cara Tuhan, sehingga sesuai Firman Tuhan, intim dengan Tuhan dan hanya berharap pada Tuhan.

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL