Kita akan belajar dari Ayub, dimana ia mengalami "the next level" dalam perjalanan hidupnya.
Ayub 42 : 5 - 6
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.
Dengan menghadapi berbagai masalah dalam kehidupannya Ayub tetap setia kepada Allah, sehingga ia mendapatkan perkenanan Tuhan, dan mengalami peningkatan rohani dan jasmani.
Next Level :
Perjalanan manusia menuju tingkat berikutnya, dan pastinya melewati sebuah proses perubahan hidup ke arah yang lebih baik. Demikian juga dengan perjalanan rohani kita.
Mazmur 33 : 18
Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.
Mari kita belajar dari Ayub, salah satu tokoh Alkitab yang mengalaminya.
Ayub 1 : 1
Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Ayub tidak saja hidup saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan, tapi ia juga orang yang kaya. Ayub adalah seorang pribadi yang dikagumi oleh Allah. Setiap pagi, Ayub mempersembahkan kurban bakaran untuk menebus kesalahan anak-anaknya.
Ayub adalah seorang yang mengalami The Next Level yang sejati. Terbukti pengenalan Ayub akan Allah menjadi sempurna :
1. Sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
• Ayub memiliki kepercayaan dan pengetahuan akan Allah yang diperbaharui. Ia mengalami suatu pengalaman yang indah, ia diubahkan akan kesadaran tentang pengampunan, disadarkan tentang kebaikan Tuhan.
• Ayub belajar mengenal Allah. Cara yang Allah lakukan pada Ayub melalui penderitaan dan ujian. Dengan adanya pergumulan dan masalah hidup akan membuat kita semakin bergantung kepada Allah.
Amsal 20 : 24
Langkah orang ditentukan oleh Tuhan, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya ?
Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di depan kita. Maka kita harus sungguh-sungguh bergantung kepada Tuhan.
2. Aku mencabut perkataanku dan menyesal.
Kekecewaan yang terus dipertahankan dalam hidup tidak akan membawa kemuliaan.
• Ayub mengalami kekecewaan yang berat tehadap manusia bahkan kecewa terhadap Allah.
• Namun Ayub beroleh pemulihan setelah ia mau merendahkan diri dalam penyesalan dihadapan Allah.
• Sejatinya Ayub adalah pribadi yang berbahagia karena pada akhirnya dia sendiri diijinkan memandang Allah.
3. Ayub dipulihkan.
Setelah Ayub mengalami Allah dan mencapai Next Level secara rohani, maka Ayub menerima pemulihan dalam semua aspek hidupnya (kesehatan, anak-anaknya, harta bendanya) lebih daripada hidupnya yang dahulu. (Ayub 42 : 12 - 17).
Pesan Tuhan :
• Alamilah Tuhan secara pribadi. Ayub adalah seorang yang dulu hanya mendengar tentang Allah, tapi sekarang matanya sendiri telah melihat Allah. Ia bertemu Tuhan dan masuk dalam The Next Level.
• Jalani proses dengan taat. Rencana Tuhan adalah lewat penderitaan, Tuhan membuat Ayub menjadi hamba yang sejati. Dan Allah berhasil.
• Libatkan Tuhan dalam segala hal. Melibatkan Tuhan dalam segala sesuatu, karena Tuhan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita.
Dalam ujian kita dapat melihat kebesaran Tuhan.
Jangan takut, mari bersiap untuk berjalan bersama Tuhan, menjadi umat yang berkenan kepadaNya. Menjadi gereja yang bangkit, lebih daripada pemenang.
Tuhan Yesus Memberkati