Apapun situasi yang sedang kita hadapi dan alami, kita tetap harus tenang, seperti yang dialami Nuh dalam kehidupan. Dengan tinggal tenang maka persoalan hidup dapat kita lalui dengan kemenangan.
Kejadian 6 : 13
Berfirmanlah Allah kepada Nuh : Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
Bagaimana Nuh bisa tetap tenang menghadapi masalah pemusnahan manusia oleh Tuhan ?
1. Kerjakan ! - Nuh mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan.
Kejadian 6 : 14 - 17
Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
Kejadian 6 : 22
Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
Lebih baik tenang mengerjakan apa yang Tuhan mau, daripada panik dengan apa yang akan terjadi.
2. Lepaskan ! - Nuh melepaskan semua miliknya untuk taat kepada perintah Tuhan.
Kejadian 7 : 1
Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Nuh : Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.
Nuh melepaskan apa yang dia miliki dan menggantikan dengan apa yang Tuhan mau.
Kalau Nuh ngotot ingin tetap tinggal di rumahnya, maka ia akan binasa bersama orang-orang yang dihukum Tuhan dengan air bah.
Namun, ketika ia taat perintah Tuhan dengan membuat bahtera dan masuk ke dalamnya, maka ia dan seisi rumahnya selamat.
Saat Tuhan minta kita melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga, Dia ingin mengajarkan bahwa hanya Dia yang paling berharga.
3. Percayakan ! - Nuh mempercayakan diri sepenuhnya hanya kepada Tuhan.
Kejadian 7 : 18
Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air.
Seperti Tuhan mengendalikan bahtera dalam air bah itu, demikianlah Tuhan yang mengambil alih kendali hidup Nuh. Belajar dari Nuh, serahkan seluruh kehidupanmu kepada Tuhan dalam ketenangan hati dan pikiran supaya menerima keselamatan.
Tuhan Yesus Memberkati