Masihkah kita memiliki rasa takut akan Tuhan ? Rasa takut akan Dia bukan berarti hidup dalam ketakutan tanpa alasan, melainkan lebih pada suatu sikap hati yang menghargai, dan menghormati Dia secara sungguh-sungguh di dalam hidup kita.
Sudahkah kita benar-benar mengetahui arti hidup takut akan Allah ? Sebab jika belum, bagaimana mungkin kita bisa mendorong, serta membawa orang-orang lain untuk takut akan Tuhan.
2 Korintus 5 : 11a
Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang.
Ada dua unsur penting dalam rasa takut akan Tuhan, yaitu :
• Unsur membenci
• Unsur menyukai
Takut akan Tuhan itu terdapat unsur untuk membenci, tentu dalam artian yang benar, terutama yakni terhadap perbuatan jahat, kesombongan, dosa, dan hal-hal yang tidak baik.
Amsal 8 : 13
Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
Apa saja contoh dari hal-hal jahat yang mendukakan hati Tuhan :
1. Hasrat atau hati yang cenderung mengingini kejahatan
Amsal 21 : 10
Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.
2. Kata-kata atau perkataan yang jahat
Mazmur 10 : 7
Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.
Efesus 4 : 29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
3. Pikiran yang jahat
Matius 15 : 19
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
Pengkhotbah 12 : 14
Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.
Namun selain itu, takut akan Tuhan juga memiliki unsur menyukai atau sangat suka, khususnya terhadap hal-hal yang baik, serta apa yang menyenangkan hati-Nya.
Mazmur 112 : 1
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Mengapa takut akan Tuhan, dan menyukai firman-Nya, atau sangat suka kepada segala perintah Allah, akan membuat kita berbahagia ? Ada beberapa hal, seperti :
1. Karena Firman Tuhan menjanjikan keberhasilan dan keberuntungan.
Mazmur 1 : 1 - 3
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
2. Karena Firman Tuhan memastikan bahwa kita akan menerima kebaikan-Nya dengan limpahnya.
Mazmur 31 : 19
Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!
3. Karena Firman Tuhan yang membimbing, menuntun, dan menerangi perjalanan hidup kita.
Mazmur 119 : 105
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Karena itu, jadikanlah Alkitab sebagai dasar menjalani keseharian dalam hidup kita. Mengapa ? Karena Alkitab adalah sumber kehidupan, yang di dalamnya berisi firman Tuhan, yang berfungsi untuk memandu kita hidup di dalam kebenaran setiap hari, serta yang membuat kita semakin takut akan Dia.
Sebab, hanya anak-anak Tuhan, yang mau sungguh-sungguh mengasihi Dia, dan punya rasa takut akan Allah yang tidak akan ingin menyakiti hati-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati