Bagaimana caranya kita dapat membangun keluarga yang tangguh pada era modern seperti saat ini, dengan tetap hidup apa adanya (stay real) dan selalu setia (stay faithful) di dalam Tuhan Yesus ?
Kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 20, yang berisi pesan-pesan dan prinsip-prinsip penting dari rasul Paulus kepada para pemimpin gereja sebagai pemimpin rohani dalam konteks perpisahan Rasul Paulus dengan mereka.
Pesan-pesan dan prinsip-prinsip tersebut dapat diaplikasikan ke dalam konteks keluarga, khususnya orangtua Kristen pada zaman ini, untuk membangun sebuah keluarga yang kuat secara rohani.
Yang kita perlukan untuk membangun keluarga yang tangguh di era modern :
1. Kesetiaan atau komitmen dalam keluarga.
Kesetiaan atau komitmen antara suami dan istri di dalam pernikahan, terutama kepada Tuhan, adalah fondasi yang sangat-sangat penting di dalam membangun sebuah keluarga yang kokoh. Anak-anak juga memiliki bagian untuk setia dan berkomitmen mengasihi serta menghormati orangtua, terutama kepada Tuhan.
Kisah Para Rasul 20 : 24
Tetapi saya tidak peduli dengan hidup saya ini, asal saya dapat menyelesaikan tugas yang dipercayakan Tuhan Yesus kepada saya dan asal saya setia sampai pada akhir hidup saya untuk memberitakan Kabar Baik itu tentang rahmat Allah.
“A strong family bond is built on trust, love, and unwavering loyalty,” - Jalinan yang kuat terbangun dari rasa saling percaya, kasih Tuhan, serta kesetiaan yang teguh.
2. Waspada terhadap pengaruh yang merusak.
Hati yang rusak karena dosa membuat manusia lebih memilih memuaskan keinginan daging yang tidak dikendalikan. Pengaruh budaya dan pemahaman modern yang tidak sesuai firman Tuhan merendahkan kekudusan serta “mempromosikan” kebebasan seksual dan ajaran sesat. Karena itu, waspada dan hindari segala pengaruh atau godaan, bahkan semua hal yang bersifat merusak, bukan hanya terhadap fisik tetapi juga pikiran, hati, jiwa, dan moral kita sebagai keluarga.
Kisah Para Rasul 20 : 29 - 31
Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
3. Orangtua menjadi pemimpin rohani di rumah.
Papa dan mama memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin rohani di rumah tangganya untuk menggembalakan dan membimbing anak-anak, serta anggota keluarganya berjalan di dalam iman.
Kisah Para Rasul 20 : 28
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Yosua 24 : 15
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN !
4. Firman Tuhan adalah fondasi utama hidup keluarga. Alkitab atau firman Tuhan menjadi landasan yang paling utama di dalam hidup keluarga Kristen.
Kisah Para Rasul 20 : 32
Sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman anugerah-Nya yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu warisan yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
Take Home Messages :
Kisah Para Rasul 20 memberikan prinsip-prinsip yang sangat relevan bagi keluarga Kristen masa kini. Hari ini kita belajar bahwa :
• Kesetiaan adalah fondasi yang sangat penting dalam membangun keluarga yang kokoh.
• Waspada terhadap pengaruh yang merusak iman dan nilai-nilai kebenaran dalam keluarga.
• Sebagai orangtua, harus bertanggung jawab menjadi pemimpin rohani dalam keluarga untuk menggembalakan serta membimbing anggota keluarganya di dalam iman.
• Firman Tuhan menjadi landasan paling utama di dalam hidup berkeluarga.
Tuhan Yesus Memberkati.