GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

STAY AND WAIT

Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH · Minggu, 19 Mei 2024

Ibadah Raya 1 & 3 (Onsite)
Minggu, 19 Mei 2024
Pk. 07:00 - 11:30 WIB
PDF Rangkuman “STAY AND WAIT” Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH · Minggu, 19 Mei 2024 Unduh PDF

Kata-kata ‘Stay and Wait’ sering kali kita gunakan di kehidupan sehari-hari. Jarang sekali kita ingin kita menetap dan menunggu. Sebab kita kerap tidak dapat bersabar. Hal tentang menetap dan menunggu ini juga terjadi kepada Yesus dan murid-murid-Nya. Mereka bukan hanya menetap dan menunggu, tetapi karena dilarang untuk meninggalkan Yerusalem.

Kisah Para Rasul 1 : 4 - 5
Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Mengapa harus tetap tinggal di Yerusalem?
•    Tempat kediaman Tuhan. 
Seluruh orang dari segala penjuru dunia, mereka datang ke Yerusalem untuk bertemu dengan Tuhan di Bait Suci. 
•    Tempat kediaman umat pilihan-Nya. 
Bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih Tuhan. Demikian pula, secara rohani Ia memilih serta menempatkan kita di manapun sebagai umat-Nya.
•    Tempat untuk menantikan janji Bapa.
Roh Kudus dicurahkan bagi murid-murid-Nya.

Secara rohani, yang dimaksud dengan tempat kediaman itu adalah mezbah doa secara pribadi. Tempat kediaman juga berarti adalah tempat di mana kita bekerja, ataupun bersekolah. Demikian juga, kita harus “menetap di Yerusalem” karena kita dilarang oleh Tuhan untuk “meninggalkan Yerusalem”, artinya untuk jangan sampai meninggalkan jam-jam doa maupun mezbah pribadi, saat teduh kita.

Sebagai orang percaya, kita sudah ditetapkan sebagai penerima janji-janji Tuhan. Tetapi, apakah kita masih mau tetap setia menunggu janji-janji itu? Mari kita renungkan sudah berapa banyak janji Tuhan yang Ia tepati dalam hidup kita masing-masing.

Mengapa kita harus tetap menunggu janji Tuhan itu?
1.    Terlalu penting. 
Hidup bersama Roh Kudus akan ada kekudusan. Kekudusan itu menjaga kita, memampukan kita untuk menjalani kehidupan ini. Itu sebabnya, Tuhan menganggap Roh Kudus adalah Pribadi yang sangat penting bagi hidup kita. Hidup dalam kekudusan juga bukan seumpama “buka-tutup pintu”, yang kadang kudus, terkadang tidak. Sekadar bisa berbahasa roh tidaklah menjamin seseorang mau menjaga kekudusan. Ataupun Minggu hidup suci, Senin sampai Sabtu tidak tetap kudus. Ada kuasa serta hadirat Allah dalam kekudusan.

2.    Tidak berasal dari dunia ini. 
Siapa pun bisa menjadi saksi. Tetapi, hanya orang-orang yang terpilihlah yang mampu melawat orang-orang yang mendengar kesaksian ini. Namun ingat, setialah untuk menyediakan waktu mengalami, merasakan, dan berada di hadirat Tuhan setiap hari, agar kehadiran serta kuasa-Nya juga menyertai perjalanan hidup kita di manapun.

3.    Tidak untuk semua orang, melainkan hanya murid. 
Walaupun seorang murid tidak terdaftar sebagai pekerja ataupun pelayan, tetapi dia selalu mau datang untuk duduk diam dan mendengarkan, maka sebagai murid inilah yang akan menerima janji-janji Tuhan. Bukan cuma terlihat heboh atau hebat dari luar, tetapi tidak ada “isinya”, melainkan sungguh-sungguh bertumbuh dalam iman dan kerohanian sebagai murid-Nya. Dan satu ciri utama murid ialah serupa dengan Kristus, bahkan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar, oleh karena Roh Kudus yang ada dan dicurahkan dalam hidup kita.

Nah, apakah kita sudah siap untuk menerima Roh Kudus? Dan seberapa besar keinginan maupun kerinduan hati dan rasa haus serta lapar kita untuk menerima janji-janji Allah, serta pencurahan Roh Kudus? Ia rindu untuk hidup dan tinggal di dalam kita, serta supaya kita mengharapkan yang terbaik dari-Nya.

Jagalah kehidupan kita supaya tetap berada dalam kekudusan. Bukalah hati kita untuk senantiasa siap menerima dan menyambut Roh Kudus. Tetaplah setia dalam penantian akan janji-janji Tuhan dalam hidup kita.

Kita sangat memerlukan Roh Kudus dalam kehidupan kita.

1 Korintus  6 : 19
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL