Hanya Tuhan Yesus yang bersedia mati bagi kita, dan sampai saat ini hanya Tuhan yang menyediakan tempat bagi kita di surga.
Semua karunia yang kita miliki bukan karena kita yang hebat, tapi karena kita punya Tuhan yang hebat. Kekristenan adalah hubungan yang indah antara Bapa dengan Anak, dan identitas kita adalah anak-anak Raja, dan ketika Roh Kudus dicurahan bagi kita, Dia bekerja bagi orang yang percaya.
Yoel 2 : 28
Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
Tuhan rindu memakai semua orang, jadi pergunakan hidup kita sebagai bait Allah sebagaimana mestinya yang Tuhan mau, sebab Roh yang ada di dalam kita lebih besar daripada roh apa pun yang ada di dunia, dan setiap apa pun yang kita lakukan di bumi ini untuk Tuhan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia.
Matius 10 : 14
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka : Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Kita menggunakan Roh kudus sebagai Roh yang memberi kuasa melalui :
1. Pikiran
1 Korintus 2 : 10
Tetapi sekarang Allah sudah menunjukkan hal-hal itu kepada kita melalui Roh-Nya ! Karena Roh Kudus mengetahui segala sesuatu, bahkan rahasia Allah yang tersembunyi sekalipun.
Tuhan adalah Pribadi TriTunggal, kita harus haus akan kuasa Tuhan, dan jangan mendukakan Roh Kudus, melainkan belajar untuk mengenal dan mendengarkan suara Roh Kudus.
2. Perasaan
Roh Kudus bisa terluka sebab itu jangan memiliki pemahaman yang salah tentang Roh Tuhan. Roh Kudus tinggal di dalam kita selama-lamanya dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.
Efesus 4 : 20
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
Tanggalkan manusia lama, yaitu pikiran yang sia-sia yang melahirkan perkataan yang sia-sia dan perbuatan yang sia-sia. Jangan pikirkan sesuatu yang sia-sia selain firman Tuhan, dan jangan percaya pada sesuatu yang tidak Tuhan katakan, jangan menjauh dari persekutuan dengan Tuhan, dan jangan menjauh dari perkumpulan dengan orang percaya.
Jangan menyerahkan diri kepada hawa nafsu (keserakahan, dusta, perkataan kotor, kepahitan, pertikaian, finah, kejahatan, dosa lainnya), jangan lupakan penyertaan Roh Kudus setiap hari dalam hidup kita, jangan berpikir bahwa Tuhan tidak pernah menjawab doa-doa kita, jangan mulai menikmati dosa, dan jangan pernah berpikir Roh Kudus pergi meninggalkan kita dalam situasi apa pun yang sedang kita hadapi.
Jangan bergumul dengan dosa, jangan menyimpan kemarahan, dan tidak mau mengampuni, jangan bermain-main dengan dosa, jangan beri kesempatan kepada Iblis, dan jangan buka celah, kita tidak bisa membohongi Tuhan.
Ketika kita tahu kebenaran, bahkan punya karunia Roh tapi kita terus melakukan dosa, kita sama juga menyalibkan Yesus kedua kali. Kita harus mengusahakan buah Roh dalam hidup kita, tidak tergantung orang lain ataupun musim yang sedang kita alami. Salibkan daging kita, hiduplah oleh Roh dan dipimpin oleh Roh.
Kenakan manusia baru dengan cara hidup dalam kebenaran dan kekudusan, jangan beri kesempatan kepada Iblis, melainkan saling mengasihi dan saling mengampuni.
3. Kehendak
Ketahuilah, Roh Kudus pun punya kehendak.
1 Korintus 12 : 11
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Miliki karunia untuk menjadi saksi Tuhan, bukan menjadi aksi, karena kita diberkati untuk menjadi berkat.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kita, dan dengan berbahasa roh, kita sedang membangun diri kita sendiri (Spirit-empowerd life).
Roh Kudus adalah Allah sendiri, yang dikaruniakan ketika kita percaya. Kita harus mengenal Dia (pikiran, perasaan, dan kehendak-Nya). Jangan mendukakan Roh Kudus. Tanggalkan manusia lama kita, hiduplah dalam kebenaran, dan kekudusan. Tugas kita adalah mengusahakan buah Roh, tapi sadari bahwa karunia Roh adalah pemberian atau anugerah semata-mata.
Berikan mulut kita, hidup kita untuk Roh Kudus agar berdiam dalam kita, dan bekerja melalui kita, usahakanlah buah Roh, bukan hanya karunianya. Mulai saat ini jangan mendukakan Roh Kudus lagi, karena Allah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita.
Tuhan Yesus Memberkati