1 Korintus 15 : 9 - 11
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.
Rasul Paulus mengisahkan perjumpaannya dengan Kristus Yesus yang telah bangkit, menjumpainya dan memilihnya menjadi seorang rasul Kristus untuk memberitakan Injil (kabar baik) Keselamatan bagi orang non Yahudi. Dalam diri rasul Paulus dipenuhi tanda kebangkitan Kristus dan tanda kepemilikan Kristus atasnya, yaitu hidup yang diubahkan dari seorang penjahat rohani menjadi seorang Rasul yang menyerahkan hidupnya hanya memberitakan Injil Kasih Karunia.
Hidup dalam kuasa kebangkitan adalah perjumpaan ajaib dengan kuasa kebangkitan Kristus, memberikan tanda-tanda dalam hidup setiap orang yang mengalaminya dan bukti bahwa kepercayaan kita kepada Kristus tidaklah sia-sia, hidup menyangkal diri dan berjalan dalam ketaatan di dalam Kristus.
Empat Tanda dari Hidup Yang Telah Dibangkitkan :
1. Tidak menyombongkan diri.
1 Korintus 15 : 9
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
Menolak membandingkan diri dengan sesama, mengakui kelemahan dan kekurangan kita. Apakah kita berusaha memberitahu orang lain betapa pentingnya kita ?
2. Menghargai Anugerah.
1 Korintus 15 : 10a
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.
Apakah Anda mengakui tanpa Kristus, kita tidak bisa melakukan apapun ? Keselamatan kita karena kasih karunia. Apakah kesuksesan Anda karena kasih karunia-Nya ? Orang yang menghargai Anugerah Allah adalah mengakui bahwa semua yang kita miliki adalah dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan.
Menghargai kasih karunia Allah kepada orang lain adalah dengan hidup bermurah hati dengan keuangan kita; perkataan kita, kesabaran dan pengampunan (tidak mengingat atau mengungkit kesalahan orang lain).
3. Menilai Sukses Dengan Benar
1 Korintus 15 : 10b
Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
Jangan menyangkal bahwa keberhasilan yang Anda capai bagi keluarga atau usaha adalah dari Tuhan; akui itu dengan kerendahan hati. Sebab Roh Kudus yang memampukan kita.
4. Hargai Orang Lain
1 Korintus 15 : 11
Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.
Pantulkan pujian atas keberhasilan kita kepada orang lain yang berkontribusi di dalamnya. Kebiasaan ini akan membebaskan kita dari "ke-cupet-an"; menghakimi dan merasa lebih baik dan hebat dari lainnya.
Tuhan Yesus Memberkati