Kita semua punya potensi. Untuk ke depan supaya makin berjalan dengan baik dalam pekerjaan, sekolah maupun pelayanan, kita harus sadar dan mengenal siapa diri kita ini sebenarnya. Kita akan belajar dari MATIUS 25:14-30.
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka" (ay. 14). Ada banyak hamba yang dipanggil walau tidak ditulis jumlah kuantitasnya, dan kepada semuanya dipercayakan harta tuan mereka, jadi sifatnya general (seluruh).
"Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat" (ay. 15). Jadi, tidak boleh saling iri sebab bukan soal jumlah, melainkan dipercaya. Jangan iri pula terhadap berkat maupun keberhasilan orang lain. Jangan lihat orang lain, tetapi lihatah bagaimana diri kita di hadapan-Nya. Soal dipercayakan adalah hak otoritas Tuhan, bukan hak kita. Tuhan tahu siapa yang cocok dipercayakan, seberapa pun jumlah talentanya. Dia tahu kapasitas setiap kita serta tahu menempatkan pada posisi apa pun. Bersyukurlah! Tuhan pun melatih & mengajar kita dari hal kecil dulu sampai mengangkat kita.
Kalau Tuhan sudah percayakan sesuai dengan kapasitasmu, dan Dia tahu cara mengolah hidupmu bukan untuk masa sekarang saja tapi masa yang akan datang, itulah Tuhan yang baik! Nikmatilah kepercayaan yang Tuhan berikan. Jangan membuat dirimu besar ataupun hebat kalau Tuhan belum mengangkatmu, biarkan dirimu mengucap syukur sampai Tuhan sendiri yang mengangkatmu!
Mengapa ada hamba yang dipercayakan satu talenta tidak bekerja, sedangkan yang lima dan dua bekerja? "Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya" (ay. 18). Kalau engkau sudah dipercayakan Tuhan, sekalipun itu satu, kamu harus BERBUAT YANG TERBAIK supaya Tuhan buka jalan lagi untuk hal-hal yang baik. Misalnya, kalau Tuhan percayakan talenta berkhotbah, belajarlah teologi dan firman Tuhan sebaik-baiknya supaya tidak asal-asalan, menipu atau menyesatkan!
Kenapa hamba yang dipercaya satu talenta itu menyembunyikannya? "Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan" (ay. 24-25)! Karena ia berkata bahwa Tuhan itu Tuhan yang kejam. Padahal, Tuhan sudah percayakan. Orang yang tidak akan bisa berhasil adalah yang selalu ribut atau rusuh ke hal yang bukan urusannya! Sebab semua hamba yang dapat lima maupun dua talenta juga tahu tentang tuannya. Kadang hal yang bisa kita lakukan ialah berdoa, bukan cari tahu urusan orang lain. Dalam pelayanan pun tidak ada level rendah ataupun tinggi, melainkan sama di manapun kita ditugaskan! Lakukanlah dengan penuh tanggung jawab. Tanpa kita mempromosikan diri, Tuhan akan dan sanggup pakai kita sesusai porsi kapasitas dan sikap hatimu supaya kita tidak sombong.
Apa yang Tuhan percayakan, jangan lihat nominalnya tapi lakukan sungguh-sunggguh meski tak mudah, supaya Tuhan memberkati. Tuhan kadang izinkan kita supaya setia dalam perkara kecil agar Dia percayakan perkara besar.
"Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" (ay. 20-21). Hamba yang dipercaya 5 talenta lulus ujian setia dalam perkara kecil.
"Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" (ay. 22-23). Hamba yang dipercaya 2 talentalulus ujian setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil. Setiap kita yang mulai dengan susah, kita pasti akan menuai sukacita. Tanpa kita tidak pernah susah, maka waktu kita naik, kita tidak akan bisa melihat/memperhatikan maupun membantu orang lain yang kesusahan.
"Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu" (ay. 27-28). Tuhan pasti percayakan ke orang yang dapat menjadi berkat bagi orang lain. Bersyukurlah jika Tuhan percayakan karena Dia pandang kita layak, dan mau menjadi berkat.