Kehidupan kita juga sering kali dikaitkan dengan yang namanya musim.
Ketika melewati sebuah musim dalam kehidupan, pasti ada sesuatu yang dihasilkan ataupun pelajari. Walaupun tidak selalu berbicara tentang keberhasilan, tetapi bisa mengajarkan tentang kegagalan, berani melepaskan dan menerima kehendak Tuhan.
Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Di setiap musim yang dilewati, ada pengalaman yang membentuk suatu cerita yang kemudian merefleksikan hubungan kita dengan Tuhan, bagaimana kita memandang Dia dan memandang diri sendiri.
Yesaya 44:2a
Beginilah firman Tuhan yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau.
Yesaya 46:4
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Apa yang kita lakukan dalam melewati setiap musim kehidupan? Pergunakan waktu yang ada untuk mengerti kehendak Tuhan.
Efesus 5:15-17
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Mari belajar dari pengalaman kehidupan Musa dan bagaimana ia menjalani musim-musim dalam kehidupannya:
Keluaran 2:15
Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.
• Awal Kehidupan Musa
Apa yang dilakukan Musa di musim awal hidupnya (40 tahun pertama):
- Menolak budaya Mesir karena ia tahu identitasnya
- Musa tidak bisa menyelamatkan bangsanya dengan kekuatannya secara manusia
- Musa dipandang sebagai orang yang memberontak dan harus dihukum mati oleh Firaun
Pada musim ini, sepertinya Musa gagal, Allah menyingkirkan Musa dari hadapan Firaun, supaya pada waktunya, Tuhan yang mengembalikan Musa sebagai pembebas umat Israel.
Keluaran 3:10-12
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir. Tetapi Musa berkata kepada Allah: Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir? Lalu firman-Nya: Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.
• Mempergunakan Waktu (40 tahun di Midian)
Selama empat puluh tahun Musa menumpang tinggal dengan Rehuel atau Yitro, mertuanya dan dengan tekun menggembalakan domba di padang gurun sebagai persiapan yang Tuhan pakai untuk membentuk karakter Musa agar siap memimpin Israel.
Padang gurun yang harus dihadapi sering kali merupakan tempat persiapan yang Tuhan sediakan sebagai proses untuk mentransformasikan hidup supaya sesuai rencana-Nya.
• Mengusahakan
Pendewasaan membawa kita pada sebuah proses untuk bisa serta berani melepaskan hal-hal yang menghalangi hidup kita menuju rancangan Tuhan yang sempurna. Proses mempergunakan waktu dengan bijaksana yang dilakukan Musa melalui pekerjaan menggembalakan kambing-domba Yitro di Midian, telah membentuk karakter yang kuat, di mana ia harus menghadapi tegar tengkuknya orang Israel ketika dibawa keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.
Keluaran 33:14-15
Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.”
Hidup Musa sudah "bukan aku lagi", melainkan ia menjalani hidup sesuai tujuan Tuhan, bersama orang-orang israel yang hendak Tuhan selamatkan.
• Mengerti Kehendak Tuhan
Ulangan 32:49-52
Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab, di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya, kemudian engkau akan mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu, supaya engkau dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, kakakmu, sudah meninggal di gunung Hor dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya - oleh sebab kamu telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadesh di padang gurun Zin, dan oleh sebab kamu tidak menghormati kekudusan-Ku di tengah-tengah orang Israel. Engkau boleh melihat negeri itu terbentang di depanmu, tetapi tidak boleh masuk ke sana, ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel.
Akhir dari perjalanan musim kehidupan Musa memberi kita contoh agar melihat proses perjalanan secara utuh dari apa yang dikerjakan Tuhan melalui hidup kita.
Perjalanan akhir hidup Musa mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupan, bijaksana dalam pelayanan agar kita mencapai garis akhir dengan cara yang benar, dan sesuai kehendak Tuhan.
Musa punya kontribusi besar dalam kehidupan iman. Hukum Taurat, kitab Pentateukh (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan), pembebasan umat Israel dari perbudakan, struktur ibadah, dan hari ini kita belajar tentang pembentukan hidup seorang pemimpin yang menghidupi visi Tuhan.
Mazmur 90:12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Tuhan Yesus Memberkati