Kisah penyembuhan di kolam Betesda, Yohanes 5 : 2 - 9
Ayat 2-3 Kolam Betesda tempat sejumlah orang sakit berada.
Ayat 4 Sewaktu-waktu malaikat mengoncang air dan yang turun ke air jadi sembuh
Ayat 5 Ada seorang yang sudah 38 th lamanya sakit lumpuh.
Ayat 6 Yesus bertanya, "Maukah engkau sembuh ?'
Ayat 7 Jawabnya, tidak ada yng menurunkan dan selalu didahului orang lain
Ayat 8-9 Bangunlah, angkat tilam, berjalanlah. Maka Orang itu sembuh.
Kolam Betesda pada masa itu seperti ikon atau tempat berkumpulnya orang sakit. Di kolam Betesda terbaring sejumlah besar orang sakit, orang buta, orang timpang dan orang lumpuh.
Kolam ini juga disebuat sebagai kolam mujizat, sebab sewaktu-waktu malaikat Tuhan turun akan menggoncang airnya, dan siapa saja yang turun terlebih dahulu akan menjadi sembuh.
Yesus mengetahui keadaannya dan memberikan penawaran : "Maukah engkau sembuh ?
Fakta 1 : Si Lumpuh sudah 38 tahun sakit dan berbaring disitu.
Fakta 2 : Si Lumpuh ada di area kolam Mujizat
Kesimpulan dia tetap dalam keadaan yang sama 38 th lamanya padahal dia ada disekitar mujizat.
Kita tahu Tuhan pembuat Muzizat tapi kita selalu meragukan-Nya ? Mengapa ? Dengan kata lain mengapa kita meragukan Tuhan ? Kadang yang membuat kita meragukan kuasa Tuhan karena: realita hidup yang ada di sekitar kita, sehingga kita tidak bisa memilih dan tidak paham ajaran Kekristenan.
Kekristenan berbicara tentang pengenalan akan Allah yang benar sehingga kita mengerti semua kehendak-Nya dan menerima berkat-berkat-Nya
Dan ketika tawaran itu tiba : "Maukah engkau sembuh ?"
Pilihan 1 : Pegang erat keraguan, karena tawaran aneh dari seorang asing
Pilihan 2: Meraih keberanian untuk percaya, si lumpuh memilih melepaskan keraguan dan pegang erat keberanian untuk percaya.
Mana yang lebih beriman : Orang lumpuh yang sudah 38 tahun yang tidak kenal Yesus itu atau kita yang sudah dibaptis dalam Nama Yesus ? Ingat meragukan Tuhan itu tindakan yang berbahaya, akibatnya akan sangat berat.
Apa yang tetap dilakukan Yesus ? Dia mencari dan menemukan, lalu menawarkan mujizat dan yang terpenting Yesus melakukan mujizat.
Mungkin realita hidup dan ketidakpahaman kita tentang Tuhan menimbulkan keraguan, namun Tuhan tetap bertindak untuk kita. Tawaran yang diperhadapkan pada kita adalah berani percaya atau berdiam ragu ?
2 Korintus 5 : 7 ... sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat..
Q U O T A T I O N
"This is story we believe we are in determines what we thing about ourselves and consequently how we live. Christianity doesn"t just make sense of things. It changes our stories. it invite us to enter into and be part of a new story "
ALISTER Mc GRATH - Christian aplogetic
Rangkuman Pdp. Willy Santoso, BSc :
Hari ini kita mendapatkan firman Tuhan tentang kisah penyembuhan di kolam Betesda, dimana banyak orang sakit menantikan mijizat kesembuhan, termasuk si lumpuh yang sudah 38 tahun berbaring di situ.
Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa keraguan kepada kuasa Tuhan akan menghalangi mujizat terjadi. Orang yang ragu akan berkata, apakah Tuhan ada ? Apakah doa-doa saya dijawab Tuhan ? Apakah Tuhan tahu keadaan saya ?
Jika Saudara ingin mengalami mujizat, lepaskan keraguan dan percayalah kepada Tuhan dan jangan kepada realita di depan kita. Keraguan akan membatasi kuasa Tuhan. Ingat, Tuhan tahu siapa kita, Dia tahu keadaadn kita dan siap menolong kita.
Tiga hal yang dapat membatasi terjadinya mujizat :
1. Kita lebih percaya dengan apa yang kita lihat, bukan pada iman dan hati yang berserah kepada Tuhan
2. Kita selalu berharap kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita, bukan kepada Tuhan
3. Tidak mengenal siapa Tuhan Yesus sebagai pembuat mujizat
Tanggalkan keraguan, dan percayalah kepada Tuhan Yesus maka kita akan menerima mujizat dari Tuhan.