Kadang kita merasa seolah-olah Tuhan itu terasa jauh saat kita menghadapi persoalan hidup ini; apalagi masa-masa pandemi Covid-19 melanda. Sepertinya Tuhan membiarkan segala penderitaan terjadi dan lepas tangan atas semua keadaan memilukan ini. Apakah itu benar ? Mari kita belajar dari pemazmur yang mengalami kondisi seperti ini dan bagaimana dia mengatasinya.
Mazmur 22 : 1 - 2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku ? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.
Mazmur 10 : 1 Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya Tuhan, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan ?
Mazmur 44 : 23 Terjagalah ! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan ? Bangunlah ! Janganlah membuang kami terus-menerus !
Mungkin kita mengalami seperti apa yang dialami pemazmur itu, sehingga kita bertanya : "Mengapa Kau biarkan ini terjadi ? Apa ada yang salah denganku ? Adakah dosa yang belum beres ? Apa aku sedang dihukum ?
Ada kalanya Tuhan mengizinkan hal yang memilukan terjadi sebagai suatu proses ujian dan pendewasaan iman kita. Ya, memang tidak enak dan tidak nyaman tetapi hal tersebut adalah sangat vital untuk menguatkan iman kita
Saat hal tersebut terjadi, apa yang harus kita perbuat ?
1. Jujurlah kepada Tuhan
Mazmur 116 : 10 Aku percaya, sekalipun aku berkata: "Aku ini sangat tertindas."
Ayub 7 : 11 Oleh sebab itu aku pun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku.
Jujur kepada diri sendiri - Jujurlah kepada orang lain - Jujurlah kepada Tuhan.
2. Fokus kepada pribadi Tuhan, bahwa Allah sangat mengasihi kita, Dia Allah Immanuel yang bersama dengan kita, dan Dia sangat mengerti serta peduli segala persoalan yang sedang kita hadapi.
3. Percaya Tuhan tidak pernah ingkar janji (Ulangan 31 : 8; Ibrani 13 : 5; Mazmur 37 : 23 - 24)
4. Ingat apa yang sudah Allah berikan, bahwa Yesus telah mati bagi kita. Ini bentuk kasih Tuhan yang terbesar bagi kita. Ingat juga kemenangan-kemenangan di masa lalu. Kalau Tuhan sanggup menolong di masa lalu, Dia juga sanggup menolong di masa sekarang.
Ibadah yang berkenan :
• Memuji Tuhan walaupun dalam penderitaan
• Mengucap syukur kepada Tuhan dalam pencobaan
• Percaya kepada-Nya disaat menghadapi ujian iman
• Terus menyembah-Nya saat Ia terasa jauh
Rangkuman Pdt. Robertus Purwadi, SE SPd :
Mazmur 22 : 1 - 2 ini penting bagi orang Kristen, karena seruan pembukaan dari mazmur ini digunakan oleh Yesus ketika berada di kayu salib. Seruan ini dinyatakan dalam sebuah pertanyaan dengan empat kata Ibrani (`Èlî Èlî lãmâ `azabtãnî). Kata-kata ini dikutip Yesus dalam bahasa Aram ketika berada di kayu salib (Matius 27 : 46)
Perhatikan bahwa pemazmur tidak kehilangan iman bahkan ketika dia menceritakan penderitaan dan penganiayaannya yang hebat. Dia merasa seperti ditinggalkan oleh Allah, tetapi dia mengetahui bahwa Allah itu sangat dekat dengannya.
Jika Anda mengalami penderitaan, sehingga berfikir bahwa Allah meninggalkan Anda, ingatlah akan Mazmur dan perkataan Yesus ini. Sejatinya Allah sangat dekat dengan kita, dan Dia bersegera menolong kepada anak-anak-Nya yang berseru kepada-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati