Bulan ini kita masuk dalam tema tentang sebuah hubungan, bagaimana kita bisa memahami hubungan yang kita jalani saat ini, dan bagian-bagian yang sedang kita jalani dalam hidup ini.
Entah sedang sendiri, atau sedang berpasangan, kita harus mengerti kehendak Tuhan atas hubungan yang sedang kita jalani saat ini.
Apakah membangun hubungan, dan mengasihi sesama itu sulit ? Bisa dikatakan memang sulit. Bisa jadi orang yang paling sulit dalam hidupmu, dialah yang membentuk kamu. Orang-orang yang Tuhan izinkan ada di sekeliling kita membentuk hidup kita.
Kita harus memiliki mindset yang benar untuk mau berbuat baik, sehingga Tuhan bisa mendatangkan kebaikan dalam kehidupan kita. Kuncinya kita harus punya dulu kehidupan yang harmonis dan baik dengan Tuhan supaya bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain, maupun romantis dengan orang yang kita kasihi. Romantis tidak selalu bicara tentang percintaan dengan pasangan, tetapi romantis bisa bicara tentang kasih sayang dan pengorbanan kita bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.
Tuhan menjawab setiap hal yang kita pertanyakan sebelumnya, hanya Tuhan yang bisa mengubah masa lalu dan inner-child kita lewat hubungan kita yang harmonis dengan Dia.
Roma 8 : 28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Daud adalah orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan, sehingga ia diperkenan oleh Tuhan. Dan Allah turut bekerja dalam hidupnya. Sebagai anak yang dipandang sebelah mata oleh manusia, ia dipandang berharga oleh Tuhan. Tetapi, pastikan kita punya hubungan yang baik dengan Tuhan. Miliki hati yang seperti Daud yang murni, dan melakukan setiap perkara dengan segenap hatinya. Allah yang membela Daud menjadi berkenan kepada-Nya.
Tuhan menyertai Daud, ia pakai kekuatan yang berasal dari Tuhan, sehingga ada kuasa Roh Tuhan yang muncul dari hidup Daud, seperti saat ia bermain kecapi mengusir roh jahat keluar dari raja Saul.
Daud juga taat terhadap orangtuanya, memiliki kerendahan hati, serta hidupnya berjalan dalam rancangan Tuhan.
Karena itu, jaga sikap, taat, dan ikuti maunya Tuhan, jangan selalu mencari sensasi keren, jangan keraskan hati, belajarlah seperti Daud yang merendahkan hati, bahkan saat diminta melakukan hal sulit dan tidak masuk akal.
Begitu juga, pernikahan adalah sebuah perjalanan yang sulit, tetapi sekalipun ada masalah dan tantangan yang membutuhkan solusi dan pengampunan, Tuhan memberikan kasih tanpa batas. Sekalipun pada pasangan yang tidak sempurna, dan orang yang berpotensi melukai hati kita adalah orang yang paling kita cintai, perbuatan dan perkataan yang sedikit demi sedikit menyakiti hati dan apa pun yang terjadi dalam rumahtangga, sebenarnya suami sebagai kepala keluarga adalah orang yang harus bertanggungjawab. Dan melalui pernikahan yang tidak sempurna, kita belajar untuk mengenal kesempurnaan Tuhan.
Hosea 6 : 3
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.
Kehidupan berumahtangga memerlukan pengorbanan dan mengasihi, kita bisa melihatnya lewat cerita kehidupan nabi Hosea dengan Gomer, yang menggambarkan kasih Tuhan yang mau “membeli” kembali kita dari kesalahan-kesalahan kita.
Belajarlah juga dari satu sama lain untuk mengenal Allah dalam perbedaan, karena cinta bukan hanya terlihat dari perbuatan ataupun perasan, tetapi cinta atau kasih itu akan selalu terlihat dari buahnya.
Mari belajar juga untuk mengampuni dan rela disempurnakan sehingga hidup kita menjadi manis di mata Tuhan. Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita di manapun dalam hidup ini.
Tuhan Yesus Memberkati