Tahun 2026 adalah Tahun Amanat Agung, kita diminta untuk melakukan apa yang menjadi amanat Tuhan Yesus bagi kita, yaitu menjadikan semua bangsa murid-Nya.
MENJADI MURID
Yesaya 50 : 4
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.
MEMBERITAKAN FIRMAN
2 Timotius 4 : 2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Rabu, 26 Agustus 2026
BELAJAR DARI ASAF
Frans Anugrah Lase, SH
Koord. JTC GBI PRJ
Mazmur 73 : 1 - 3
Pergumulan dan pengharapan Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
Asaf bin Berekhya adalah seorang ahli musik dan pemimpin pujian dari suku Lewi pada zaman Raja Daud. Dikenal sebagai penulis 12 pasal dalam kitab Mazmur (Mazmur 50 dan 73 - 83) yang sarat akan perenungan iman, akan tetapi pada pasal 73 - 83, menuliskan kalau Asaf pernah mengalami gejolak dalam hidup ini, padahal ia sudah melayani TUHAN.
Asaf tahu bahwa Allah itu baik, dalam ayat 1; namun dalam ayat 2, ia melihat realitas kehidupannya, di mana banyak orang fasik mengalami hidup yang berkelimpahan, bahkan mereka menista TUHAN, namun hidup makmur seperti tanpa hambatan. Kenyataan itu membuat kekecewaannya dalam ayat 3 : Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
Bagaimana kita tetap kokoh dalam iman walau realitas tidak sesuai apa yang kita harapkan ?
1. Menyediakan waktu khusus untuk Allah.
2. Sering merenungkan firman untuk meluruskan cara pandang kita.
3. Harus berada dalam komunitas Allah (COOL).
4. Memiliki fokus dalam pujian dan penyembahan.
Mari, belajar dari Asaf, dengan memiliki cara pandang yang benar kepada Tuhan, supaya mengalami perubahan dalam memandang realitas hidup, serta mengalami damai sejahtera-Nya yang melimpah-limpah.
Kamis, 27 Agustus 2026
KETIKA YANG TERUTAMA TERGESER
Pdp. Hendra Gunarto
Koord. COOL GBI PRJ
Kejadian 3 : 6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Apa yang dimaksud dengan “Ketika yang terutama tergeser” ? Yaitu ketika Allah tidak lagi menjadi yang terutama dalam hidup kita. Mari, periksa kembali seberapa yakin kita bahwa Allah masih menjadi yang terutama ?
Jika Ia tidak lagi yang terutama dalam hidup ini, itu adalah sebuah dosa. Dosa dapat dimulai dari pergeseran keutamaan di dalam hati (Kejadian 4 : 7). Ada dua peristiwa besar dalam Alkitab yang membuat tergesernya yang terutama :
1. Dimulai ketika kejatuhan Adam, di mana hatinya mulai bergeser, ketika sesuatu mulai menjadi lebih menarik, lebih penting, serta akhirnya mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik Allah sebagai yang terutama (Kejadian 3 : 6). Tiga fakta sebelum jatuhnya Adam dalam dosa :
- Adam sudah menerima perintah langsung dari Allah atau direct order from God (ayat 17).
- Adam tidak sedang kelaparan ataupun kekurangan makanan (ayat 16).
- Adam juga tidak dibiarkan sendirian, Allah-lah yang berinisiatif memberikan seorang penolong yang sepadan (ayat 18).
Apa yang membuat Adam diam ? Terpesona oleh buah ? Terpesona tipu daya ular ? Atau terpesona relasi dengan Hawa ? Apa pun bentuknya, ada satu hal yang terjadi, yaitu pesona terhadap sesuatu dapat menggeser Allah dari posisi-Nya yang terutama dalam hidup manusia.
Ketika “pemberian” Allah menggantikan Sang Pemberi, inilah bahaya yang sering tidak kita sadari.
1. Peristiwa kejatuhan Israel : Harun membuat anak lembu emas, dan umat Israel menyembahnya. Ketika Allah yang nyata digantikan oleh sesuatu yang dapat dilihat, ini menjadi berhala bagi umat Israel.
Dalam bukunya Counterfeit Gods, Timothy Keller membahas pokok utamanya : Hati manusia adalah “pabrik berhala”, hal yang baik (good thing) dapat berubah menjadi hal yang utama (ultimate thing).
Apa solusinya :
- Bukan sekadar membuang berhala, tetapi mengembalikan Allah sebagai yang utama.
- Bukan apakah kita memiliki sesuatu, tetapi apakah sesuatu itu telah memiliki kita, karena itu hati kita perlu diarahkan kembali pada Allah sebagai hal utama yang sebenarnya.
Bagaimana kita mengenali berhala yang ada dalam hati ? Empat jendela untuk mengenali berhala hati :
• Ketakutan terdalam : Apa yang paling kita takut kehilangan ?
• Lamunan : Apa yang sering kita bayangkan ?
• Kemarahan : Apa yang membuat kita marah secara berlebihan ?
• Pengeluaran uang: Ke mana uang paling mudah kita keluarkan ?
Kita seharusnya kembali kepada Allah sebagai Yang Terutama. Diingatkan, bahwa sesuatu yang sebenarnya baik pun dapat berubah menjadi ultimate thing atau hal yang terutama dalam hidup ini ketika kita menempatkannya berada di atas atau melebihi daripada Allah.
Jum’at, 28 Agustus 2026
APAKAH KITA TAWAR HATI ?
Pdp. Ruth Sudjarwo
Plt. Gembala GBI HCR
2 Korintus 4 : 1
Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
Rasa tawar hati bisa saja dialami oleh siapapun, termasuk orang percaya. Namun firman Tuhan menasihati kita supaya tidak tawar hati.
Kita adalah hamba yang sudah dimerdekakan oleh Kristus, menjadi hamba kebenaran untuk melayani Tuhan dan sesama manusia. Namun dalam melayani, mungkin kita rentan dengan tawar hati (Roma 6 : 16 - 18).
Definisi tawar hati adalah hilangnya semangat, keputusasaan, atau hilangnya keberanian saat melayani Tuhan.
Beberapa ciri tawar hati : Melayani tanpa hati (motivasi), pesimis, ingin mundur, angkat tangan atau menyerah, lari dari tanggung jawab, mudah tersinggung, kecewa, dan selalu berpikir negatif terhadap Tuhan maupun orang lain. Penyebab tawar hati bisa juga terjadi di dalam rumah tangga, keluarga, usaha, atau pekerjaan, gereja, bahkan negara serta bangsa.
Akibat tawar hati :
- Patah semangat (Amsal 17 : 22)
- Lemah karena tidak fokus (Amsal 24 : 10)
- Krisis kepercayaan, takut, dan pesimis (Ulangan 1 : 28)
- Mengambil jalan pintas, berhenti, atau mundur (Ibrani 10 : 38)
Cara mengatasi tawar hati :
• Kembali pada kebenaran firman Tuhan (2 Korintus 4 : 1). Hidup seturut firman-Nya akan menjaga kita dari tawar hati dalam melayani Tuhan dan orang lain.
• Ambil sabbatical atau istirahat sejenak serta menyusun ulang prioritas dalam hidup. Masa istirahat atau cuti dengan tujuan untuk memulihkan diri, mengevaluasi hidup sebelum kembali melayani.
• Menyusun ulang prioritas hidup : Tuhan, rumah tangga, keluarga, usaha atau pekerjaan, tugas negara, pelayanan, gereja, serta organisasi.
• Evaluasi dan menyusun ulang beban tanggung jawab pelayanan, sesuaikan dengan kapasitas yang ada.
Jangan hendaknya kerajinan kita kendor, biarlah roh kita menyala-nyala dan layanilah Tuhan (Roma 12 : 11). Melayanilah dengan ucapan syukur, dan melaksanakan Amanat Agung.
Take Home Messages :
• BELAJAR DARI ASAF
Ketika dalam krisis realitas ketidakadilan, masuklah ke dalam tempat kudusnya Allah, yaitu hadirat-Nya, supaya kita memiliki cara pandang yang benar serta mengalami damai sejahtera-Nya yang melimpah bagi kita.
• KETIKA YANG TERUTAMA TERGESER
Allah harus kembali menjadi Yang Terutama, karena ketika Ia kembali menjadi Yang Terutama dalam hidup kita, maka segala sesuatu yang lainnya dapat kembali ke tempatnya yang benar.
• APAKAH KITA TAWAR HATI ?
Tuhan tidak menghendaki kita mengalami tawar hati, karena akan menghancurkan kehidupan rumah tangga, keluarga, pekerjaan, gereja, bahkan bangsa, dan negara.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



