Kepada siapa sesungguhnya aku bersandar hari ini ? Anda baru tahu bahwa Tuhan adalah segalanya yang Anda butuhkan, ketika Tuhan adalah satu-satunya yang Anda miliki.
Belajar Membaca Arah dari Perjalanan Elia di 1 Raja-raja 17 : 1 - 16.
Tiga Koordinat Pembentukan :
1. Sungai Kerit (Lembah Kesunyian). Tempat di mana sumber air kita mengering.
2. Gurun Menuju Sarfat (Perjalanan Tidak Rasional). Tempat di mana logika manusia menyerah pada ketaatan.
3. Kota Sarfat (Tempat Peleburan). Tempat di mana yang sedikit menjadi tidak terbatas.
1 Raja-Raja 17 : 1 - 7
Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab : Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya : Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana. Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
Tuhan memakai dan mengutus Elia untuk berkonfrontasi dengan pasangan Ahab dan Isebel , pasangan yang menyeret Israel kepada penyembahan berhala. Elia menubuatkan akan datangnya 3,5 tahun kekeringan. Hal ini membuat Elia menjadi buronan, dikejar hendak dibunuh oleh Ahab. Dalam situasi ini, kita belajar apa yang hendak Tuhan ajarkan melalui kehidupan Elia.
1. Dari Sorotan Menuju Kesunyian (sungai Kerit) Panggung :
• Mengonfrontasi Raja Ahab dan Izebel
• Menubuatkan kekeringan nasional
• Berdiri menentang penyembahan Baal
Jurang :
Pergi ke timur dan sembunyikanlah dirimu di sungai Kerit. (1 Raja-raja 17 : 3)
• Menjadi buronan
• Tidak ada yang mengenal
• Energi yang terbiasa tampil kini dipaksa diam dalam keheningan total
Dimensi Jurang Modern
• Karir : Terjebak bertahun-tahun di posisi yang sama sementara rekan seangkatan melesat maju. Hari Senin terasa berat karena merasa tidak ke mana-mana.
• Rumah tangga : Jarak yang melebar tanpa konflik besar. Hidup di bawah satu atap, tapi menunggu sesuatu yang tak kunjung datang.
• Kesehatan : Ruang gerak menyempit. Diagnosis medis atau merawat orang tua membatasi pilihan masa depan.
• Pelayanan : Terasa kering dan rutin. Merasa Tuhan tidak lagi memakai Anda, sementara orang lain terus maju.
• Kesendirian : Menunggu waktu Tuhan untuk pasangan. Pertanyaan basa-basi dari sekitar terasa seperti luka yang dicubit berulang kali.
2. Diagram pergeseran jangkar: Dari gurun menuju ke Sarfat. Mengapa Tuhan membiarkan sungai itu mengering ? Kekeringan bukan pertanda Tuhan pergi. Itu adalah intervensi kasih.
• Mencegah pergantian prioritas.
Kita sering menukar rasa aman dari Tuhan ke hal-hal yang Tuhan sediakan. Tuhan tidak mau Elia bergantung kepada sungai Kerit dan mengharapkan burung gagak mengantar makanannya.
• Memaksa pergerakan.
Manusia sulit meninggalkan zona nyaman kecuali zona itu tidak lagi nyaman.
• Membuktikan kepedulian.
Membiarkan kita tidur di posisi yang salah akan menyakiti kita. Kekeringan adalah cara Tuhan membangunkan kita.
1 Raja-Raja 17 : 8 - 10
Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia : Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan. Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya : Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.
Anatomi perjalanan yang tidak masuk akal :
• Jarak : lebih 160 km berjalan kaki dari sungai Kerit ke Sarfar melintasi gurun panas
• Kondisi: kekeringan 3,5 tahun. Tidak ada sumber air
• Ancaman : status buronan nomor satu. Melintasi wilayah penyembah Baal
• Destinasi: penolong bukan raja kaya, melainkan janda yang hampir mati kelaparan.
Di tengah ketidakmasukakalan ini, Tuhan berkata : Aku telah memerintahkan seorang janda (1 Raja-raja 17 : 9). Persiapan pemeliharaan (providensia Allah) sudah selesai sebelum Elia melangkah.
Menjembatani Jurang Logika
Perintah ------> Logika manusia (resiko/iman) -------> Janji Allah
Pola mujizat Tuhan selalu sama. Tuhan tidak pernah memberikan kepastian di awal agar kita merasa aman sebelum bergerak. Iman adalah melangkah ke atas batu Risiko ketika kita belum sepenuhnya mengerti, percaya kepada Dia yang sudah lebih dulu menyiapkan segalanya di seberang. Berhenti mencoba menjadi otak Tuhan. Mulailah menjadi kaki-Nya (melangkah dengan iman).
1 Raja-Raja 17 : 13 - 14
Tetapi Elia berkata kepadanya : Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel : Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.
3. Sarfat : Memasuki tempat peleburan. Sarfat dalam bahasa Ibrani berarti tempat peleburan, ruang dimana panas dan tekanan memurnikan logam mentah.
Elia bertemu sang janda di titik nadir : kehilangan suami, kehilangn ekonomi, kehilangan harapan. Yang tersisa hanya segenggam tepung untuk satu kali makan terakhir sebelum mati. Lalu Elia meminta makanan itu. Dari kacamata manusia, ini terdengar kejam. Tapi elia tidak datang untuk mengambil.
Pertukaran, bukan pengambilan.
Tuhan tidak menginginkan tepung janda itu; Tuhan menginginkan hatinya. Hati kita terikat paling erat pada apa yang paling kita butuhkan. Berikan kepada Tuhan justru apa yang paling kamu utuhkan (waktu, uang, energi). Bukan dari sisa, tapi dari yang pertama. Saat yang sedikit dilepaskan dalam ketaatan, ia masuk ke dalam siklus kecukupan Tuhan.
Membongkar logika ketaatan
Logika dunia :
• Urutan: atur kebutuhanmu dulu, baru memberi dari sisa
• Kondisi: menunggu hingga memiliki kelebihan (waktu, uang) untuk memberi
• Motivasi : transaksi untung-rugi; memberi untuk ’memaksa’ Tuhan
Logika Iman :
• Urutan: ketaatan (memberi) lebih dahulu, kecukupan datang menyusul
• Kondisi : memberikan justru apa yang paling kita butuhkan saat ini
• Motivasi : penyembahan murni; memberi karena percaya pada Sang Pemberi
Empat Koordinat Kebenaran :
• Tuhan satu-satunya yang mencukupkan. Pekerjaan bisa hilang, relasi bisa mengecewakan.
• Percayakan satu hari pada satu waktu. Tepung sukup untuk hari itu. Jangan pikul ketidakpastian sepuluh tahun ke depan hari ini.
• Di mana Tuhan memimpin, Ia sudah menyediakan. Kata “telah” adalah jaminan. Ia bekerja di masa depan sebelum kaki Anda menginjaknya.
• Janji Tuhan berjalan bersama ketaatan. Jika kita hanya mendengar tanpa mengambil resiko, janji hanya menjadi teori.
Filipi 4 : 19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Bukan kemungkinan. Bukan harapan. Ini adalah janji !
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



