Matius 6 : 12
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. ("Ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kami" – BLS).
Kutipan di atas adalah bagian dari pengajaran Tuhan Yesus dalam Doa Bapa Kami. Sehubungan dengan pengampunan yang kita terima dari Bapa, hal mana efektif berlaku ketika kita memberi pengampunan kepada orang lain. Sudah berapa kali kita memanjatkan Doa Bapa Kami ? Ketika kita berseru dalam doa ini, membuktikan bahwa kita sebagai orang Kristen yang berbeda, yang selalu melepaskan pengampunan dan melupakannya.
Apa arti pengampunan ?
Dalam Alkitab, salah satunya adalah 'apheis' (Yunani), yang artinya memberi pembebasan dari hutang, tuntutan, atau pembalasan.
Sulitkah mengampuni seseorang ? Tentu sulit. Mudahkah kita dendam pada orang lain ? Mudah sekali. Karena itu, hanya orang yang telah menerima dan merasakan kasih Allah yang sanggup mengampuni orang lain.
1. "Ampunilah kami akan kesalahan kami"
• Kesalahan kami adalah hutang (dosa). Setiap pelanggaran, kesalahan, dan dosa kita adalah hutang yang seharusnya kita tebus, namun hutang dosa itu tidak pernah bisa kita tebus (bayar).
• Dalam hal apa kita berhutang ? Kita berhutang dalam hal kesetiaan.
2. "Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."
• Ini adalah syarat bagi orang percaya yang harus dipenuhi.
• Ada hubungan penting antara cara kita memperlakukan orang lain dan cara Allah di surga akan memperlakukan kita.
Mata kita seharusnya terbuka tentang keseriusan Allah dalam menebus segala dosa kita. Orang yang sudah menerima pengampunan dari Tuhan, dari dalam hatinya akan mengalir pengampunan untuk sesamanya. Jika kita benar-benar mengenal Allah selaku Bapa, maka kita seharusnya menjadi rekan Allah untuk memberikan pengampunan.
3. "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu"
• Apa tujuan kita mengampuni ? Supaya kita merasakan betapa dalamnya kasih Tuhan dalam hidup kita dan hidup dalam sukacita serta damai sejahtera Allah.
• Apa akibat utama dari kegagalan kita mengampuni ? Kita tidak akan memperoleh sukacita, terpenjara dalam penderitaan batin; tidak bisa hidup damai dengan Allah, dengan orang lain dan dengan diri sendiri.
• Bagaimana kita tahu kapan kita benar-benar telah mengampuni ? Ketika kita benar-benar tidak mengungkitnya kembali, melupakan, dan tidak menceritakan ke orang lain serta benar-benar tidak ada perasaan kebencian dalam diri kita terhadap orang yang bersalah.
Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar takkan pernah bisa hilang tertiup angin.
3 Pesan Firman :
1. Pengampunan bukanlah naluri. Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan kebanyakan orang secara otomatis. Pengampunan menerangi hidup kita dan membawa banyak berkat dalam banyak cara yang tak terduga dan bahkan keajaiban.
2. Apakah kita ingin mengalami pengampunan Tuhan ? Jika ya, kita harus memaafkan orang lain.
3. Tuhan sangat lambat untuk melihat dosa-dosa kita dan menuliskan kesalahan kita, sebab Tuhan senang akan belas kasihan. Sang Bapa penuh semangat berlari untuk menemui anak hilang yg berdosa yang kembali. Begitu juga dengan Kita harus memiliki semangat yang sama, terhadap mereka yang berbuat salah kepada kita. Kita harus lambat mencatat kejahatan yang mereka lakukan dan cepat mencatat setiap kebaikan yang kita terima dari mereka.
Tuhan Yesus Memberkati