“Ngomong gampang,” kata orang, tetapi melakukan belum tentu. Kekristenan perlu bukti nyata, bukan sekadar teori, sebab kita ialah garam serta terang dunia. Artinya, kita memiliki hidup yang berbeda dari orang yang tidak percaya, karena kita harus berdampak bagi sesama. Satu perbuatan nyata lebih berarti ketimbang seribu kata-kata.
Kita dituntut untuk mempraktikkan firman yang kita dengarkan, dan bukan cuma pandai menyampaikan firman. Tuhan Yesus memberi peringatan kepada kita melalui rasul Yakobus supaya kita menunjukkan iman melalui perbuatan.
Ada tiga hal yang rasul Yakobus ingatkan agar kita semua dapat menjadi pelaku-pelaku kebenaran firman :
1. SWIFT TO HEAR (Cepat untuk Mendengar)
Cepatlah dalam mendengar firman Tuhan, bukannya hal-hal duniawi seperti gosip, fitnah dan lainnya. Jangan isi hidup kita dengan hal-hal seperti itu, melainkan isilah dengan firman Tuhan.
Yakobus 1 : 19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Mazmur 43 : 5
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku ? Berharaplah kepada Allah ! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku !
2. SLOW TO SPEAK (Lambat untuk Berkata-kata)
Hal ini tidak kalah penting. Seringkali perkataan kita sebenarnya lebih punya dampak merusak daripada menunjukkan kita sebagai pelaku firman. Karena itu, hati-hati serta bijaksana dalam berkata-kata, terkhusus di era media sosial. Berpikirlah panjang sebelum memposting sesuatu.
Yakobus 1 : 19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
1 Samuel 3 : 9
Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel : "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah : Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
3. SLOW TO ANGER (Lambat untuk Marah)
Artinya, ada pertempuran yang terus-menerus dalam hidup kita untuk marah ataukah tenang. Puji nama Tuhan, Allah mengaruniakan Roh Kudus untuk menguatkan kita hari demi hari supaya kita bisa mengatasi berbagai permasalahan. Membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi kepada Allah untuk itu. Dan saat kita percaya pada-Nya, sesungguhnya tiada alasan bagi kita untuk selalu hidup dalam kemarahan.
Yakobus 1 : 19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Efesus 4 : 26
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa : janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.
Rangkuman Pdt. Indarwanto Tarigan, BA :
Pokok masalah yang sering terjadi ialah banyaknya orang yang menipu dirinya sendiri, yaitu hanya mendengar firman atau khotbah-khotbah, namun mereka tidak melakukannya atau mempraktikkan apa yang telah mereka dengarkan itu.
Hendaknya, kita sama-sama menjadi pendengar serta pelaku firman, terutama melalui kehidupan kita. Terima serta tanamkan firman Tuhan di dalam hati dengan taat, rela ditegur serta dibentuk oleh-Nya. Sebab firman Tuhan haruslah kita buktikan dalam tindakan nyata pada kehidupan kita sehari-hari.
Yakobus 1 : 21 - 22
Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
Tuhan Yesus Memberkati