Kalau kita menjadi pelaku Firman, kita adalah orang yang paling beruntung. Sebaliknya, kita adalah orang yang paling malang apabila tidak menjadi pelaku Firman. Kehidupan kita sementara dan singkat, oleh karena itu pergunakanlah waktu yang singkat ini dengan maksimal.
Ada tiga macam hati manusia :
1. Tipe batu
Ciri hati batu antara lain bukan pelaku Firman, selalu merasa paling benar, tidak dapat dikritik, selalu ingin membalas.
2. Tipe semak belukar dan berduri
Ciri hati semak belukar dan berduri antara lain selalu ingin menyakiti orang, mengkritik, mencari gara-gara, tidak pernah hidup akur dengan orang lain, tidak murah hati.
3. Tipe tanah liat
Ciri hati tanah liat adalah bisa dibentuk, tidak mudah sakit hati, taat dan setia, tidak mudah emosi, melaksanakan Firman. Biarlah kita memiliki jenis hati tanah liat yaitu menjadi taat, tekun, dan setia. Jika kita mau menjadi orang Kristen yang sejati kita harus memiliki tiga hal tersebut.
Ada goal yang lebih indah dan mulia, yaitu mencari kerajaan Allah. Mencari kerajaan Allah seperti orang yang mencari harta karun. Harta karun adalah harta yang terindah dan termahal. Dengan apa kita dapat mendapatkan harta karun? Dengan peta dan kompas. Peta dan kompas yang dimaksud adalah ketika kita menerima Yesus dan dibaptis. Kompas menunjukkan tempat dimana harta karun itu berada. Kehidupan kita harus melewati padang gurun dan lembah yang kelam. Kerajaan Surga akan didapat apabila kita mematikan daging dan menghidupkan roh kita.
Galilah terus Firman Tuhan secara konsisten agar kita dapat menemukan kerajaan Allah. Kita harus menjadi pelaku Firman bukan hanya dengan membaca namun juga melakukannya.
"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya." (Yak. 1:19-26)
1. Berikan prioritas yang terbaik bagi-Nya.
2. Kasihilah sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
3. Hati-hati dengan apa yang kita perkatakan.