Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (Lukas 10:18-19)
Di dalam dunia ini kita tidak hidup sendirian tetapi kita mempunyai musuh atau lawan dan kita adalah dalam peperangan rohani. Musuh kita adalah Iblis. Iblis itu real, ada, dia itu roh dan kita daging. Oleh sebab itu jangan anggap enteng dengan iblis dan juga tidak perlu takut karena Tuhan memberikan kita otoritas kepada orang percaya.
Dalam peperangan ini Tuhan memberikan kita otoritas. Otoritas adalah hak untuk kita menggunakan kuasa Allah, Semua kuasa itu milik Tuhan. Tuhan mensuply kuasa itu kepada kita. Kuasa itu untuk apa? Untuk menginjak Ular dan kalajengking. Ular dan kalajengking adalah lambang dari Iblis. Dalam faktanya banyak orang percaya dikuasai oleh dendam, Utang, dan uang. Kita menciptakan teknologi tetapi kita menjadi dikuasai oleh teknologi. Kita bukan dikuasai tetapi menguasai.
Otoritas itu diberikan kepada kita, oleh sebab itu kita jangan menjadi orang lemah tetapi orang yang hebat karena kita memiliki otoritas itu dalam hidup kita. Dan kita harus menggunkan otoritas itu, Bagaiamana kita mengunakan otoritas itu ? Ada dua cara mengunakan otoritas tersebut :
1. Berbicara dengan Iman
Otoritas itu ada ditangan kita dan Tuhan yang memberikannya dan otoritas itu yang mau dicuri oleh iblis dalam hidup kita. Otoritas harus dipakai yaitu dengan perkataan iman. Ada hal yang kita doakan dan ada hal yang menjadi tanggung jawab kita tetapi ada saatnya kita menggunakan otoritas itu. Seperti Tuhan menggunakan otoritasnya kepada badai, kepada orang yang lumpuh, kepada orang yang sakit. Oleh sebab itu gunakan otoritas itu kepada setiap masalah, kemiskinan dan sakit penyakit yang kita alami dalam hidup kita. Kita harus mempunyai kemarahan ilahi, yaitu kemarahan yang iblis lakukan untuk merusak anak-anak kita, yang mengganggu keluarga kita.
2. Melalui Puji-Pujian
Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.(Maz. 8:2)
Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel, lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?" (Mat. 21:15-16)
Tuhan mengetahui kalau kita mempunyai lawan atau musuh Dan Tuhan mau kita untuk membungkamkan musuh-musuh kita. Dasar kekuatan untuk melumpuhkan musuh adalah puji-pujian. Oleh sebab itu puji-pujian itu harus menjadi gaya hidup kita. Waktu kita menghadapi masalah banyak orang percaya mengeluh dan marah-marah, tetapi seharusnya kita harus memuji-memuji Tuhan dan waktu kita memuji-memuji Tuhan maka otoritas Tuhan akan mengalahkan segala kemarahan dan setiap apa yang kita keluhkan. Oleh sebab itu Alkitab mengatakan agar kita jangan marah dan bersusah hati, "Lalu berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!" (Neh. 8:10) Ketika kita memuji Tuhan maka Tuhan yang bertindak dan bekerja dalam hidup kita, kedua, ketika kita memuji Tuhan maka kita akan mengalami kemenagan dan ketiga, ketika kita memuji Tuhan maka kita akan diberkati "Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. (2 Taw. 20:22-24)
Iblis mau kita lemah, kalah dan depresi tetapi alkitab berkata agar kita menggunakan otoritas dari Tuhan dan memuji muji Tuhan dan tetaplah bersukacitalah karena sukacita adalah kekuatan kita dan sukacita datang dari Tuhan maka kita akan mengalami kemenangan dalam peperang. Amin…!