GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

MUJIZAT DIMULAI DARI DOA

Nofedin Waruwu, S. Th, M.Pd.K · Jumat, 02 Mei 2025

Doa Fajar
Jumat, 02 Mei 2025
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “MUJIZAT DIMULAI DARI DOA” Nofedin Waruwu, S. Th, M.Pd.K · Jumat, 02 Mei 2025 Unduh PDF

2 Raja-Raja 20 : 1 - 11
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya : "Beginilah firman TUHAN : Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN : "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya : "Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku : Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu : Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku." Kemudian berkatalah Yesaya : "Ambillah sebuah kue ara !" Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia. Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya : "Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga ?" Yesaya menjawab : "Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya : Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak ?" Hizkia berkata : "Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak ! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak." Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.

Kisah tetang Hizkia di atas merupakan pelajaran penting bagi setiap orang percaya tentang kuasa doa dan bagaimana doa mendahului mujizat. Raja Hizkia menerima kenyataan dalam kehidupannya, bahwa dirinya akan mati, dirinya tidak akan sembuh dari sakit yang sedang ia alami. Raja Hizkia tidak menyerah, ia melakukan hal yang sederhana, ia berdoa kepada Tuhan (2 Raja-Raja 20 : 2 “Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan).

Dari kisah ini kita belajar bahwa ketika kita mengharapkan mujizat terjadi dalam hidup kita, ada hal lain yang harus kita lakukan, kita harus merendahkan diri dan berseru kepada Tuhan. Doa bukanlah tindakan terakhir, melainkan langkah pertama yang harus dilakukan oleh orang percaya pada saat diperhadapkan dengan suatu persoalan. Ketika kita berdoa, kita sedang memberi ruang kepada Allah untuk berkarya dalam segala persoalan dan menyatakan kuasa-Nya. Pada saat diperhadapkan pada situasi yang sulit, buruk, dan berat, langkah pertama yang sepatutnya kita lakukan adalah berbalik kepada Tuhan dalam doa, sampaikan permohonan yang tulus kepada Tuhan, sehingga mujizat terjadi.

Bagaimana doa dapat menjadi langkah pertama menuju perubahan dan mujizat ?

1. Doa sebagai tindakan pertama (ayat 2)
Hizkia mengajarkan kita bahwa ketika menghadapi masa-masa sulit, doa harus menjadi langkah pertama, bukan langkah terakhir. Doa adalah jalan utama untuk berhubungan dengan Tuhan.

Yakobus 5 : 13
Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa!kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi.

Nehemia 1 : 4
Ketika aku mendengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari; aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.


2. Kekuatan doa yang tulus (Ayat 5)
Tuhan mendengar doa yang tulus, ini bukan hanya tentang doa yang panjang atau terstruktur dengan indah, tetapi tentang hati yang penuh pengharapan dan percaya kepada Tuhan. Doa yang disertai dengan tetesan air mata, melambangkan ketulusan Hizkia dalam doanya. Tetesan air mata, doa yang tulus dan penuh iman tidak akan pernah sia-sia. Mungkin Tuhan tidak langsung menjawab dengan cara yang kita inginkan, tetapi Tuhan pasti mendengar dan memberi jawaban tepat pada waktu-Nya. Jangan takut untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang penuh harapan dan iman.

Yeremia 29 : 12 - 13
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku, apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.

Mazmur 145 : 18 - 19
TUHAN dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya, kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengar teriakan mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.


3. Mujizat Allah tidak terbatas (ayat 7 dan 11)
Tuhan dapat melakukan mukjizat dengan cara yang sangat luar biasa, tetapi sering kali Tuhan juga bekerja melalui cara-cara yang sederhana dan biasa. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Jika Tuhan mampu mengubah pergerakan matahari, maka Dia juga mampu mengubah segala hal dalam hidup kita, baik dalam aspek kesehatan, hubungan, pekerjaan, atau apapun yang kita hadapi. Jangan pernah meragukan kuasa Tuhan. Doa adalah sarana Tuhan untuk menunjukkan kuasa-Nya dalam hidup setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Lukas 1 : 37
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Efesus 3 : 20
Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,


Kesimpulan :
1. Mujizat dimulai dengan doa yang tulus dan penuh pengharapan. Tidak ada yang lebih kuat daripada doa orang percaya.

2. Di tengah kesulitan, sering kali kita merasa putus asa, tetapi perhatikanlah bahwa doa dapat menjadi titik awal bagi Tuhan untuk bekerja dan berkarya.

3. Allah yang kita sembah dan percaya adalah Tuhan yang mendengar, yang merespons, dan yang tidak terbatas oleh apapun. Allah berdaulat dan berkuasa atas hidup orang percaya yang berserah kepada-Nya.

4. Jangan biarkan masalah membuat kita terdiam, atau mencari pertolongan duniawi, tapi marilah kita berdoa dan percaya bahwa Tuhan akan menjawab. Percayalah mujizat pasti terjadi.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL