Faktor Penting Menjaga Keutuhan Keluarga di Masa Pandemi, yaitu Komunikasi. Ini sering menjadi akar masalah dasar dalam Keluarga.
Tiga aspek komunikasi yang harus di bangun untuk menjaga Keutuhan Keluarga di Masa Pandemi, yaitu :
1. KOMUNIKASI DENGAN TUHAN
Ini merupakan dasar utama membangun komunikasi.Penghalang ke-1 :
Kejahatan dan dosa. Hal ini merupakan penghalang doa tidak dijawab Tuhan.
Yesaya 59 : 1 - 2 Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Penghalang ke 2 :
Kurangnya Pengenalan akan Tuhan.
Kita terus belajar untuk mengenal Tuhan.
Hosea 4 : 6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah
Pengenalan Tuhan datang dari 3 hal :
1. Teologia : Belajar firman/Alkitab
Dapat melalui Bible Study, KOM (Komunitas Orientasi Melayani)
2. Mengalami Tuhan : Perjumpaan pribadi dengan Tuhan
3. Pewahyuan dari Tuhan : Tuhan memberikan pewahyuan langsung (Rasul Paulus dalam Galatia 1 : 11 - 12.
Ia belajar kitab Taurat secara pengetahuan/ilmu, ia berjumpa Tuhan saat perjalanannya ke Damsyik).
Pengenalan Tuhan dengan benar akan menghasilkan iman yang kuat/kokoh ditengah masa pandemi.
2. KOMUNIKASI ANTARA SUAMI & ISTRI.
- Kejujuran
Kejujuran merupakan awal komunikasi antara suami & istri.
Matius 5 : 37Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan : tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
> Perbedaan pendapat bisa membuat suami istri tidak jujur dengan hatinya dan menyimpan emosi yang bisa meledak, ketika tabung emosi penuh > terjadi luka hati yang dalam. (Contoh: beda cara menghadapi Pandemi, pola mendidik anak, dalam mengelola keuangan, password hp yang ditutupi dll)
3. KOMUNIKASI DENGAN ANAK :
> Ortu jadi teladan iman
> Seharus anak bisa melihat iman dari hidup ortunya;
2 Timotius 1 : 5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
- Seringkali komunikasi ortu ke anak hanya perintah, (Rohani : hanya memberi ayat) tapi Ortu sendiri tidak hidup dalam ketaatan kepada perintah Tuhan (anak melihat suami istri saling mendustai, selingkuh dimasa Pandemi, bahkan ada yang bercerai). Mari orang tua memberi teladan kepada anak-anak agar setiap kata-kata ada kekuatannya.
The Family Altar
Wadah/Tempat Komunikasi yang terbaik di masa Pandemi adalah Mezbah keluarga kita :
- Tempat Tuhan hadir & menyatakan kehendak Nya bagi Keluarga kita. Peran suami sebagai imam dalam keluarga untuk mengambil insiatif.
- Tempat dimana Tuhan mengoreksi setiap anggota keluarga kita (Screening keberadaan dosa yang ada pada suami, istri & anak kita)
- Tempat mendeklarasikan kesepakatan iman bersama keluarga kita dengan dasar firman Tuhan yang diterima saat Mezbah ini.
Rangkuman Pdt. Robertus Purwadi, SE SPd :
Pada pagi ini kita diingatkan bagaimana menjaga keutuhan keluarga di tengah masa pandemi.
Kunci utama adalah Komunikasi. Dalam kelas BP2N diajarkan tentang salah satu Pilar Keluarga, bagaimana komunikasi dijalin, yaitu :
1. Komunikasi dengan Tuhan
2. Komunikasi dengan pasangan (suami dengan istri)
3. Komunikasi orang tua dengan anak-anak atau keturunannya
Mengapa keutuhan keluarga harus dijaga, apa tujuannya ?Sebab Tuhan mau memakai keluarga untuk menjadi sarana keselamatan bagi dunia.
Ada 4 bukti, yaitu :
1. Di Surga ada lembaga keluarga. Bapak, Putra, Roh Kudus.
2. Lembaga keluarga di Surga turun ke Taman Eden. Ada Adam dan Hawa, suami dan istri, laki-laki dan perempuan. Di Taman Eden ada lembaga keluarga. 'Blueprint' di Sorga turun ke Taman Eden.
3. Saat manusia rusak karena dosa, Yesus turun ke dunia, yang pertama kali yang direstorasi yaitu keluarga, dimana mujizat pertama Tuhan Yesus diadakan yaitu dalam perkawinan di Kana.
4. Dalam kitab Wahyu, digolongkan ada 2 jenis manusia, yaitu Mempelai (Keluarga), dan Pelacur.Mempelai wanita yaitu kita orang percaya yang akan disandingkan dengan mempelai laki-laki yaitu Tuhan Yesus. Kata mempelai itu adalah Keluarga.
Sejak dunia belum ada sampai dunia hancur nanti; Keluarga menjadi thema yang penting dalam kehidupwn. Untuk itu jagalah keutuhan keluarga kita, agar dapat menjadi sarana Tuhan keluarga kita dipakai untuk menyelamatkan dunia ini dari kebinasaan karena dosa.