Ketika kita percaya dan mengaku Yesus sebagai Juruselamat, maka saat itu juga kita memiliki tugas menjadi duta atau utusan Tuhan untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus. Kita tidak perlu ragu-ragu melaksanakan tugas ini, sebab Yesus selalu menyertai kita.
Matius 28 : 16 - 17
Perintah untuk memberitakan Injil.
Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Mengapa kita menjadi murid yang ragu-ragu ?
1. Mengalami tekanan secara masif dan berkesinambungan (murid Yesus).
2. Menyembah Tuhan, tapi tidak memiliki keintiman dengan Tuhan (sifatnya ritual).
3. Merasa cerita Alkitab dan kesaksian hidup orang lain bukan untuk kita.
Supaya tidak ragu-ragu, maka kuncinya taat dan percaya.
Matius 28 : 18
Yesus mendekati mereka dan berkata : Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
• Saat Yesus mendekat, jangan menutup hati dan menutup diri.
• Mendekatkan diri secara aktif pada Tuhan Yesus.
• Percaya, pasti Tuhan memulihkan dan memberkati.
Melakukan Amanat Agung
Matius 28 : 19
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Bagaimana cara membawa jiwa untuk dibaptis ?
• Kita harus dibaptis terlebih dahulu.
• Kita harus menjadi murid dan tertanam di gereja.
• Kita harus mengasihi jiwa-jiwa.
• Kita harus mengajak orang mengenal Tuhan Yesus.
Kita memiliki tugas bersama memenangkan jiwa.
Matius 28 : 20
Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Menjadi penuai akhir zaman :
• Mengerti apa itu isi Alkitab (Bible Study)
• Tertanam di komunitas (COOL)
• Aktif mewartakan firman Tuhan dan menginjil di lingkungan (menjadi penginjil)
Langkah praktis dalam memenangkan jiwa :
1. Jangan cuek, bergaul dan berempati dengan jiwa-jiwa di lingkungan sekitar.
2. Menceritakan kebaikan Tuhan Yesus dalam kehidupan kita dengan penuh kasih dan berlandaskan firman Tuhan.
3. Menjadi murid Yesus adalah keistimewaan, karena Yesus yang memanggil. Jangan menyerah, tetap sebarkan firman, waktu Tuhan yang terbaik.
1 Korintus 3 : 6 - 9
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Tuhan Yesus Memberkati