Sesungguhnya, apa yang dimaksud dengan berkat ? Menurut kamus, berkat merupakan karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia.
Lebih lanjut lagi, kata ‘berkat’ dalam bahasa Indonesia adalah sebuah kata serapan dari bahasa Arab, yaitu ‘barakah’, yang hampir serumpun atau menyerupai dengan bahasa Ibrani, yakni ‘berakhah’ yang berasal dari kata kerja atau verba berupa ‘barakh’, dan memiliki makna memberkati, memberikan salam, dan berlutut.
Amsal 10 : 22Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.
Berkat berbeda dengan sekedar menjadi kaya raya. Sebab, perihal menjadi kaya merupakan akibat atau hasil, namun berkat tidak hanya berbicara tentang materi, melainkan lebih pada hal-hal rohani dalam diri seperti damai sejahtera, ketenangan hati, sukacita, dan lainnya. Dan kekayaan yang sejati terdiri atas berkat dari Tuhan. Jadi, bukan masalah kita miskin atau kaya, yang terpenting kehadiran serta perkenanan Tuhan dalam hidup kita adalah ‘kekayaan terbesar’ kita. Itulah yang semestinya dapat lebih kita nikmati sebagai berkat yang sejati dari-Nya.
Apa saja yang sebaiknya perlu kita cermati dan perhatikan di dalam menikmati berkat Tuhan :
• Jangan sampai tidak mengerti arti cukup
Kejadian 2 : 16 - 17Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia : Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
Firman Tuhan di atas tersebut (Kejadian 2 : 16 - 17) juga sebenarnya dapat mengajarkan arti mencukupkan diri, terutama pada konteks waktu itu bagi Adam dan Hawa. Sebab, apabila kita tidak mempunyai rasa cukup, ke depannya sering kali akan menimbulkan kesulitan terhadap diri sendiri maupun orang lain, dan tidak menyadari atau mengerti arti yang sesungguhnya dari menikmati apa berkat Tuhan dalam hidup kita. Rasa cukup juga mengajar kita untuk memiliki sikap hati yang benar.
• Jangan membiarkan hati dikuasai atau dikendalikan oleh keinginan-keinginan saja
1 Yohanes 2 : 16 - 17Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Misalnya, keinginan mata atau kedagingan itu bukan berasal dari Tuhan. Di dalam menikmati berkat Tuhan, kita hendaknya bertanya apa yang Ia mau supaya kita lakukan di hidup ini.
• Jangan bermalas-malasan
Amsal 6 : 10 - 11Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Apapun yang sudah Tuhan berikan dan percayakan kepada kita, mari kita kelola dan olah kembali, karenanya jangan malas. Ia mau kita menjadi pengelola yang baik, seperti halnya dalam perumpamaan tentang talenta, di mana sang tuan berkenan kepada hamba yang mengelola dan melipatgandakan atau memperoleh untung dari talenta yang diberikan serta dipercayakan oleh tuannya.
Orang yang disebut berbahagia adalah orang yang selalu bersyukur, mampu merasa atau berkata cukup untuk berkat Tuhan di hari ini, serta dengan tetap mengerjakan yang terbaik.
Kiranya, kita menjadi orang-orang yang menikmati berkat-berkat-Nya dengan senantiasa mengucap syukur, merasa cukup, dan melakukan yang terbaik dalam kehidupan kita setiap hari.
Tuhan Yesus Memberkati