GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

MENGEJAR YANG ESENSI, BUKAN SEKADAR SENSASI

Ev. Gina Dharmawan · Minggu, 10 Maret 2019

Ibadah Raya 5
Minggu, 10 Maret 2019
Pk. 16:30 WIB

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Mat. 7:21).

ESENSI adalah pengenalan akan Tuhan tanpa menonjolkan pengakuan diri sendiri, melainkan Tuhan yang terutama dalam hidup kita. Sedangkan, SENSASI adalah jerat, seperti yang dikatakan Alkitab: “Dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya” (2 Tim. 2:26). “Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran” (2 Tim. 2:23).

Sensasi adalah kehendak Iblis, sebagai jerat atau jebakan agar kita lebih terkenal, dengan tujuan memukau orang lain melalui hidup kita agar kita diperhatikan atau dilayani, mendahulukan hak daripada kewajiban, supaya mendapat pujian demi ketenaran diri. Sensasi menggambarkan memuaskan kedagingan kita dengan jalan pintas dan bersifat sementara. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini tabel perbedaan antara esensi dan sensasi.

Perbedaan Esensi VS Sensasi :

Kehendak BAPA                  VS Kehendak iblis

SARAT (penuh) MAKNA        VS JERAT (jebakan)

Agar lebih MENGENAL         VS Agar lebih TERKENAL

Untuk tujuan MEMULIAKAN VS Untuk tujuan MEMUKAU

Semakin MEMBERI              VS Semakin MENUNTUT

MELAYANI                          VS DILAYANI

Mendahulukan KEWAJIBAN VS Mendahulukan HAK

Mengejar PERKENANAN      VS Mengejar PUJIAN

ALTAR / MEZBAH               VS STAGE / PANGGUNG

Demi KETAATAN                VS Demi KETENARAN

Memberi makan ROH         VS Memberi makan DAGING

Lewati PROSES                  VS Jalan PINTAS

Yang TUHAN mau              VS Yang MANUSIA mau

Investasi pada yang KEKEKALAN VS Investasi pada yang SEMENTARA

Mengutamakan FUNDAMENTAL   VS Mengutamakan FINISHING

Pengenalan akan Allah tergantung dari seberapa dalam kita mengenal Dia. “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran” (1 Yoh. 2:4). Cara mengenal Tuhan: Menuruti --> “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya” (1 Yoh. 2:3). Meminta --> “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita,jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya” (1 Yoh 5:14).

Hak dan Kewajiban: “Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku.”(Luk. 22:29). ”Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kol. 3:10). Jadi, hak posisinya berada di belakang, dan kewajiban di depan, karena itu jangan kita memikirkan hak kita terlebih dulu, melainkan dahulukanlah kewajiban!

Esensi digambarkan adalah orang yang bersinar dari dalam tidak membutuhkan lampu sorot (spotlight) --> Luk. 11:36. Tetapi, ingat & perhatikan: seseorang dengan karakter tinggi, tetapi kemampuan/skill rendah, akan mengalami keterbatasan. Orang dengan keahlian rendah ditambah karakter yang buruk adalah sangat tidak relevan (tidak akan terpakai). Seseorang dengan keahlian tinggi, tetapi karakternya buruk itu sangat berbahaya! Mahatma Gandhi pernah berkata, “Saya menyukai Kristus-mu. Saya tidak suka kekristenanmu. Sebab kekristenanmu sangat tidak menyerupai Kristusmu!” Namun, orang yang memiliki kecakapan dalam bidang tertentu, disertai dengan karakter yang baik, maka akan berbuah dan menjadi berkat.

Orang percaya harus memiliki dasar atau fundamental yang kuat dari Tuhan, jadi bukan menurut pandangan kita, melainkan menurut Tuhan, karena Tuhanlah yang akan menguji hati kita. “Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati” (Ams. 21:2). Semakin tinggi, megah & kokoh sebuah bangunan, kekuatannya sangat tergantung pada seberapa dalam fondasinya. Fundamental yang hanya di permukaan & bersifat sementara --> adalah dengar firman tanpa melakukan. Fundamental yang mendalam dan bersifat kekal --> adalah dengar firman dan melakukannya (Mzm. 1:13). “Jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah” (Ams. 2:4-5).

Kita tahu sebagai orang percaya, esensi hidup kita adalah kebenaran Allah, bukan sekadar sensasi yang tampil dalam hidup kita (Mat. 7:24-27). Janganlah hidup kita yang sudah dimulai dengan esensi diakhiri dengan sensasi. Percayalah, Tuhan menyertai setiap langkah kita!

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL