Masih terkait ibadah raya yang pertama sebelumnya, banyak orang yang tertimpa krisis serta sedang susah, mungkin juga demikian halnya Saudara dan saya. Kita mungkin sedang mengalami “badai”. Namun, tetap percayalah, sebab masih ada Tuhan.
Walau kondisi di depan makin tidak mudah, dan justru makin sulit, terutama secara ekonomi dan keuangan di berbagai negara, namun kita tidak bisa mengatasi berbagai hal yang natural atau alamiah ini dengan kekuatan yang natural dan diri sendiri, melainkan kita butuh kekuatan yang supernatural atau rohani, yakni kekuatan yang dari Tuhan untuk menghadapi serta mengatasinya.
Jadilah seperti Petrus, yang mau datang kepada Tuhan, sehingga mengalami mukjizat berjalan di atas air. Bukan hanya meminta Tuhan untuk menghilangkan badai, melainkan ditolong dan dimampukan oleh-Nya untuk berjalan di tengah badai, berjalan di atas air, karena kita memiliki Tuhan yang punya kekuatan serta kuasa yang luar biasa. Berjalan dengan Dia itu sungguh-sungguh indah, apa pun yang terjadi.
Bagaimana caranya supaya kita dapat melewati krisis sebagai seorang pemenang?
Lukas 9:54-55
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
Ketika Yohanes dan Yakobus mengalami penolakan, yang secara tidak langsung juga ditujukan kepada Tuhan, dan mereka meminta hukuman Tuhan supaya diturunkan kepada orang-orang yang menolak mereka itu. Dengan kata lain, murid-murid-Nya itu sangat marah. Sering kita juga mungkin seperti begitu, marah-marah, panik, kecewa, pakai kekuatan sendiri, ataupun lainnya, terutama saat mengalami masalah.
(Lukas 9:55 versi NKJV)
But He turned and rebuked them, and said, "You do not know what manner of spirit you are of.”
Terjemahan sederhananya: “Tidak tahukah kamu, kamu itu terbuat dari roh dengan sifat seperti apa?!” Sering, kita juga mungkin tidak menyadari apa “bobot, bibit, bebet” (identitas, jati diri, karakteristik) kita semua sebagai anak-anak Tuhan.
Lukas 10:1-3
Yesus mengutus tujuh puluh murid -- Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”
Kita sesungguhnya memiliki Roh Anak Domba. Dengan begitu, dengan menyadari kita memiliki “Roh Anak Domba”, kita akan mengatasi krisis dengan menjadi pemenang.
Bicara domba, merupakan salah satu hewan yang tidak memiliki banyak senjata maupun pertahanan. Penglihatan domba juga kurang baik, dengan sudut pandang yang sangat terbatas. Domba juga merupakan hewan yang sangat “rapuh”, sering “stres”, tersesat, tidak bisa berdiri atau berbalik dan bangkit kembali saat terjatuh ataupun terbalik, serta dungu.
Namun, kita semua diibaratkan dan digambarkan seperti anak-anak domba yang serapuh itu. Bukan sebagai anak-anak kuda ataupun hewan yang notabene kuat lainnya. Kita semua anak-anak Tuhan, adalah “anak-anak domba”. Seperti halnya seekor domba yang mesti selalu dekat-dekat dengan gembalanya agar beroleh selamat, demikian pula hendaknya kita seharusnya selalu menempel, melekat, dan tetap dekat dengan Gembala kita agar selamat, tidak terperosok ke dalam jurang.
Apalagi, kita diutus oleh Tuhan Yesus ke tengah-tengah serigala.
Serigala ialah pemangsa, rakus, egois, tidak mau terima, tidak peduli, tidak mau mengampuni, sikat sana dan sini, dan mungkin tidak ada hal baik lainnya. Apakah kita juga begitu? Dan bagaimana mungkin seekor domba diutus ke tengah-tengah serigala seperti itu?
Lewatilah krisis dengan “Roh Anak Domba”, dan bukannya “roh serigala”.
Ketika kita menerima dan percaya kepada-Nya, Tuhan menaruh Roh-Nya ke dalam kita. Dengan memiliki Roh Anak Domba, kita mungkin sering berdiam diri, mengalah, datang ke hadirat-Nya, serta hal itu dipandang bodoh di mata dunia. Namun, kita mesti tetap melakukannya. Dan jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri.
Jangan sampai di akhir hidup kita, terutama di penghakiman Akhir Zaman nanti, Tuhan Yesus tidak mengenali kita, padahal notabene kita adalah anak-anak-Nya. Mengapa? Karena seiring perjalanan waktu di saat kita masih hidup, kita tidak memiliki sifat-sifat anak domba yang tetap dekat dengan gembala, melainkan mempraktikkan sifat-sifat serigala, dan hidup dalam dosa.
Sering, krisis juga membuat kita “menghalalkan segala cara”, sikut sana, sikut sini, berkompromi dengan cara-cara yang salah, dan menurunkan standar kekudusan maupun kebenaran kita. Namun, seharusnya kita tidak mencerminkan roh serigala seperti itu, melainkan tetap memiliki dan melakukan seperti roh anak domba.
2 Raja-raja 7:9
Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja."
Lebih baik menerima pendisiplinan dan teguran dari Tuhan supaya kita masih memiliki “roh anak domba”, daripada bersikukuh tidak mau menerima teguran dan pendisiplinan dari-Nya dan selalu melakukan seperti “roh serigala”. Janganlah keraskan hatimu. Terimalah kasih karunia serta kesempatan yang masih Tuhan percayakan.
Rendahkanlah hati kita di hadapan Tuhan, sehingga Ia akan mengangkat, meninggikan, memulihkan, membela, dan memberkati kita. Apa pun yang terjadi dan meskipun di tengah krisis, tetaplah memiliki roh anak domba, tetap hidup dalam kebenaran, jujur, dan hati yang tetap berjalan lurus bersama dengan Tuhan. Ia sanggup memulihkan, mengubahkan menjadi lebih baik lagi, membuat perbedaan, memberkati, dan menyertai hidup kita.
Mazmur 37:23-24
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
Yoel 2:25-27
Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.
Tuhan Yesus Memberkati