Filipi 2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
Paulus merasakan bahwa hidup yang diberkati oleh Tuhan adalah hidup yang menaruh pikiran dan perasaan yang ada di dalam Kristus. Menjadi umat Tuhan, kita perlu meluruskan pikiran kita selaras seperti Kristus.
Peperangan dalam hidup ini dimulai dari pikiran. Perenungan dan hidup kita juga dimulai dari pikiran. Jika pikiran kita baik, maka baiklah hidup kita. Kita harus mengusahakan sedemikian rupa untuk menjaga pikiran kita.
Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Kitab Suci memberikan contoh-contoh yang baik. Tokoh-tokoh pada zaman dahulu yang menulis Alkitab adalah manusia-manusia yang pernah mengalami masalah, dan kemudian mengatasinya.
Paulus penulis surat kepada jemaat Filipi pernah juga menghadapi permasalahan dengan pikirannya. Paulus dalam pelayanannya memenangkan jiwa-jiwa, pernah punya riwayat menganiaya jemaat mula-mula. Hal ini dipakai oleh Iblis untuk mengintimidasi pikiran Paulus dalam pelayanannya. Akan tetapi, dengan pertolongan Roh Kudus, Paulus mengatasi permasalahan ini dengan menaruh pikiran dan perasaan selaras dengan Kristus. Hal ini kemudian dituliskan oleh Paulus menjadi pesan untuk kita orang percaya di zaman ini.
Kita percaya bahwa orang-orang yang dipercaya oleh Tuhan dalam menulis Alkitab juga diinspirasi langsung oleh Roh Kudus untuk memberikan inspirasi dan kekuatan bagi kita di masa kini. Oleh sebab itu, melalui hidup kita, kita menjadi kesaksian bagi dunia. Hidup kita dan perjalanan hidup kita menjadi bukti dan membuktikan tentang Kristus.
Ada 3 tokoh dalam Alkitab untuk belajar tentang mengendalikan pikiran:
1. Daud.
2 Samuel 11:1
Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Dalam cerita ini, Daud tidak ikut berperang dan memilih untuk tinggal. Ini menyebabkan Daud di akhir cerita berzina kepada Batsyeba.
Jika kita tidak dapat menjaga pikiran kita, maka dapat terjadi kemerosotan moral. Jika kita tidak dapat menjaga hidup kita, kita tidak dapat memberikan kesaksian hidup, sebab hanya menjadi kata-kata belaka.
2. Saul.
1 Samuel 18:6-9
Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya." Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.
Saul tidak menjaga pikirannya dengan baik. Saul mendengki terhadap Daud. Jika kita tidak dapat menjaga pikiran kita, maka muncul ketidaksenangan, diikuti dengan dengki dan dendam. Baiklah kita memulihkan pikiran kita. Jika kita mendengar Firman Tuhan yang tajam untuk kita, maka itu adalah sebuah peringatan yang baik untuk kita.
3. Salomo.
1 Raja-raja 11:9-10
Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.
Salomo adalah raja yang memilih hikmat. Hikmat tidak dapat berjalan sendiri, perlu iman untuk berjalan. Jangan sesat. Hari-hari ini, hati-hati dengan penyimpangan, selama bertentangan dengan Firman Tuhan harus ditolak. Hal ini penting supaya kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri supaya hidup kita berhasil, berdampak, serta menjadi berkat.
Tuhan Yesus Memberkati