Kehidupan kita seperti sebuah perlombaan. Ada garis finish yang menjadi tujuan kita. Umur terpanjang yang terdapat dalam Alkitab adalah Metusalah (969 tahun). Dalam perlombaan kita tidak boleh main-main. Tujuan kita adalah menyelesaikan garis akhir.
"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibr. 12:1)
"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Ibr. 12:2)
"Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." (Ibr. 12:3)
"Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah." (Ibr. 12:4)
Dasar iman kita adalah Yesus Kristus. Kata iman dalam bahasa Yunani terjemahan dari pistis, yang artinya kepercayaan atau penyerahan diri kepada seseorang. Kata kerja dari pistis adalah pisteuo. Kekristenan adalah sebuah perlombaan. Reward kita adalah kerajaan Allah yang kekal.
Prinsip dalam sebuah perlombaan :
1. Berbeban ringan
Tinggalkan hal-hal yang berat (Contoh : kesombongan, hubungan yang rusak).
"Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah." (1 Tim. 6:8)
Orang yang memutuskan untuk hidup cukup adalah orang yang paling berbahagia. Orang yang berada di jalan Tuhan tidak akan suka membanding-bandingkan.
2. Bangun ketekunan
Orang tekun identik dengan orang yang setia. Dalam sebuah perlombaan diperlukan sebuah kesetiaan dan ketekunan. Banyak orang yang hancur dalam masalah keuangan dan perselingkuhan. Bangunlah kesetiaan dan ketekunan.
Tetap setia dan tekun dalam melakukan kehendak Allah.